PALEMBANG — Penemuan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo), cairan bios 44 makin dikembangkan aplikatifnya. Setelah dipergunakan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta diperuntukkan bagi aktivitas restorasi kawasan gambut Sumsel, kini temuan Korem tersebut juga bisa digunakan untuk pengaturan pH air.

Dandim 0418 Palembang, Letkol Inf Ferdi Prastyono mengatakan, temuan Korem Gapo ini juga memiliki fungsi mempertahankan stuktur tanah. Ini merupakan pengembangan dari aplikatif teknologi yang sudah dihasilkan Korem.

“Saat ini kita juga melakukan uji coba Bios 44 di kolam budidaya ikan di wilayah Kodim 0418 Palembang. Jadi, kita mencari kolam yang produktif, karena formula Bios 44 ini bisa membantu perikanan yang lebih baik,” ucapnya disela uji coba bios di kolam ikan PLTGU Keramasan, Rabu (18/1).

Ferdi menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengujian Bios 44 di air untuk memperbaiki kualitas kadar air ataupun pH air tersebut.

“Diwilayah Kodim 0418 Palembang terdapat 16 kolam besar yang terbagi dalam empat Koramil. Sekarang yang sedang kita uji yakni mengubah pH air kolam dari angka 4 ke pH 7. Ini dilakukan agar kolam ikan bisa lebih produktif lagi dalam menghasilkan ikan,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, Bios 44 juga bisa dijadikan untuk pakan ternak, seperti pakan ayam, sapi dan lainnya. “Ini bisa juga dikombain dengan pakan ternak, dalam bentuk campuran ke pakan ternak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem), Mayor Aris Barunawan menambahkan, komposisi Bios 44 harus disesuaikan dengan luas kolam. “Dilihat pH-nya dulu, sehingga kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kolam. Paling tidak perbandingannya 1:10,” jelasnya.

Aris juga mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu keputusan mengenai hak paten dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia terhadap temuan Bios 44 tersebut.

“Bios ini juga baik untuk perbaikan struktur tanah. Saat ini kita masih menunggu hak patennya, jika sudah keluar hasilnya barulah temuan ini bisa diproduksi massal,” tegasnya.

Salah satu pengelola kolam ikan dikawasan PLTGU Keramasan, Pupun Purnama mengatakan, kendala yang dihadapi dalam mengolah kolam ikan tersebut yakni soal kadar pH-nya yang selalu berubah-ubah.

“Kendala kita saat ini mengenai air, karena selama ini kita menggunakan air sungai musi. Belum lagi soal pasang surutnya air, sehingga kadar air di kolam ini juga ikut berubah-ubah tanpa sepengetahuan kita,” jelasnya.

Dengan adanya Bios 44 tersebut, Pupun berharap dapat memperbaiki pH dikolam ikan yang dikelolanya. “Kita harapkan Bios 44 ini bisa menstabilkan kadar pH air, sehingga produksi kita pun meningkat. Apalagi saat ini kolam lele yang kita miliki akan kita kombain dengan ikan patin,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait