PALI — Keinginan kabupaten PALI untuk kembali menjadi lumbung pangan, membuat Pemkab PALI membuka 1030 hektar lahan baru. Lahan yang terletak di desa Pengabuan kecamatan Abab tersebut, pada penanaman perdana dilakukan langsung oleh Bupati PALI Heri Amalindo, Jumat (22/9).

Kepada para petani yang hadir dalam penanaman perdana itu, Heri berharap dengan dibukanya lahan tersebut dapat mengembalikan kejayaan daerah PALI sebagai lumbung pangan.

“Era 70-an dan 80-an, daerah kita dikenal sebagai daerah penghasil padi. Nah inilah saatnya kejayaan tersebut kita angkat kembali” kata Heri.

Menurut Heri, anjloknya harga komoditi karet dan sawit yang menjadi sumber pendapatan utama harus dijadikan momentum untuk kembali menggeluti tanaman padi.

“Kalau dulu banyak yang meninggalkan sawah dan menggantinya dengan tanaman karet, sekarang bersama TNI kita buatkan lagi lahan sawah baru. Hendaknya kita tekuni dengan serius agar dapat meningkatkan kesejahteraan” imbuhnya.

Diakuinya bahwa walaupun Pemkab PALI fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, namun bukan berarti mengabaikan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Meskipun kita konsentrasi perbaikan infrastruktur jalan, namun pembangunan bidang pertanian juga tetap kita utamakan. Jadi, kedepan jangan cuma menjadi lumbung energi, PALI harus menjadi lumbung pangan. Hasil panennya setelah dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam kabupaten, akan kita kirim untuk memenuhi kebutuhan daerah lain juga” jelasnya.

Penanaman perdana ini dihadiri juga oleh  Kolonel Edy Supratma, ketua Tim percepatan pembukaan lahan sawah Mabes TNI, Letkol Jamaludin Dandim 0404 Muara Enim, H Darmadi Suhaimi wakil ketua II DPRD PALI dan Heri Widodo Field Manager Pertamina Adera serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkab PALI.

Dalam kesempatan itu, Letkol Jamaludin, Dandim 0404 Muara Enim menjelaskan bahwa dalam pembukaan lahan sawah baru tersebut pihaknya telah membuka 250 hektar sawah lengkap dengan peralatan bercocok tanam seperti traktor penanam padi, traktor pembajak sampai peralatan panen.

“Ini semua untuk memudahkan para petani agar lahan baru ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tukas Jamaludin.

Ditempat sama, Torus Simbolon, kepala dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan PALI juga mengaku optimis, bila lahan  sawah baru seluas 1030 hektar ini,apabila panen akan mampu menyumbang produksi gabah sedikitnya 5.000 ton per tahun.

“Mudah-mudahan keinginan kita untuk menjadikan PALI salahsatu lumbung padi di Sumsel bisa terwujud, kami akan terus membina petani agar apa yang telah dilakukan, dari pencetakan sawah baru sampai penanaman bisa tepat guna, dan hasil yang di capai nantinya bisa sesuai yang diharapkan,” harapnya. (yudhi)

Related Post