Meski menyatakan siap mengikuti regulasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara  turnamen Piala Jenderal Sudirman, namun pelatih Sriwijaya FC Beny Dollo berharap aturan penggunaan pemain U21 di setiap pertandingan yang akan dimainkan dapat dimatangkan terlebih dulu. Meski mendukung langkah tersebut, namun dirinya berharap aturan tersebut dapat disosialisasikan ke klub peserta terlebih dulu.

“Karena kemarin kita juga cukup kaget, soalnya baru diberi tahu saat manager meeting dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Meski ini merupakan permintaan dari Panglima TNI, namun pihak klub harus didengarkan suaranya dan jangan sampai terkesan dipaksakan,” ungkapnya saat dihubungi Senin (9/11) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Dirinya mencontohkan bagaimana persiapan SFC yang harus mengalami sedikit perombakan pasca keluarnya aturan tersebut. “Jauh sebelum aturan tersebut dikeluarkan, sebenarnya kita pun sudah ada program untuk mengorbitkan pemain muda U21 dengan memasukkan Ichsan Kurniawan, Zalnando atau Teja Paku Alam di turnamen ini,” jelasnya.

Namun perlu ada aturan yang jelas soal penggunaan 2 pemain U21 dalam starting eleven yang dimainkan nantinya. “Apakah hanya wajib dimainkan, terus bagaimana dengan pemain penggantinya. Kita takutnya nanti aturan ini cuma sekedar formalitas dan diakali klub, memasukkan pemain muda lalu kemudian langsung ditarik, bisa saja terjadi demikian,” ujarnya.

Bendol pun menyatakan bahwa jika nantinya pemain muda tersebut bermain buruk, maka dirinya pun dapat mengambil kebijakan serupa. “Tidak hanya untuk pemain muda, pemain lain yang bermain jelek pun pasti ditarik. Cuma kita khawatir mental pemain jika belum siap tapi tetap diturunkan maka justru akan menganggu perkembangannya nanti,” tambahnya.

Di turnamen PJS sendiri, SFC akhirnya memasukkan 5 pemain U21 dari 24 pemain yang didaftarkan. Dua nama terakhir yang didaftarkan adalah Yogi Novrian dari tim Pra PON Sumsel serta Achmad Hisyam Tolle yang menjadi rekrutan terakhir.