PALEMBANG — Setelah sempat heboh di tanah air tentang berkibarnya bendera China di kawasan PT Asri Gita Prasarana di ujung dermaga Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin 1, pada Jumat 20 Januari 2017 lalu, Jajaran Korem 004/Garuda Dempo hingga kini masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak Polsek Mariana untuk mengambil tindakan.

Ketika dikonfirmasi awak media di kantornya mengenai perkembangan kejadian tersebut, Kepala Penerangan Korem 044/Garuda Dempo, Mayor Inf Aris Barunawan, Rabu (25/01) mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu dan terus berkoordinasi dengan pihak Polsek setempat dan pihak Perusahaan.

Ia menjelaskan, sesuai aturannya, pengibaran bendera asing di Indonesia boleh dilakukan untuk sebuah acara penyambutan kepala atau wakil kepala negara, Parlemen, acara khusus, atau dikedutaan dan itupun ada ketentuanya tidak bisa sembarangan untuk mengibarkan.

“Aturan tersebut diatur dalam PP nomor 41, tahun 1958 yang mengatur tentang penggunaan bendera. Selain itu atas alasan dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat dengan dikibarkannya bendera yang bukan bendera Republik Indonesia atau bendera merah putih,” urainya.

Menurutnya, Bendera Negara lain bisa juga dikibarkan asalkan sudah ada proses Legalitas dari kepala daerah bersangkutan dimana tempat instansi atau perusahaan berdomisili.

“ Saat ini kita juga mempertanyakan dasar apa pihak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Asri Gita mengibarkan bendera yang bukan bendera merah putih,” tegasnya

Kedepannya Aris menyampaikan, sesuai tugas territorial, mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi dan melaporkan jika ada sesuatu yang janggal dan jangan bertidak sendiri laporkan ke masing wilayah seperti Tripika. Lalu terhadap para anggota dilapangan agar lebih pekalagi serta tanggap mengahdapi dinamika yang terus berkembang dimasyarakat, sesuai pedoman yang selalu dipegang oleh prajurit “temu cepat dan lapor cepat”.

Sebelumnya seperti yang diketahui bendera China berkibar di salah satu perusahaan di Provinsi Sumsel, sebelum akhirnya bendera itu diturunkan anggota TNI dan diganti bendera Indonesia.

Bendera China tersebut berkibar di dermaga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Asri Gita di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Jumat (20/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Keberadaan bendera asing tersebut diketahui atas laporan dari masyarakat kepada petugas.

Pada saat itu masyarakat menduga bendera yang berkibar adalah bendera komunis (palu-arit) karena berwarna merah. Guna memastikan kejadian tersebut, anggota Babinsa Koramil Mariana bernama Serka Roni mendatangi lokasi dan benar saja ada pengibaran bendera China.

Karena melanggar aturan dan melalui koordinasi dengan pihak Humas Perushaan, Serka Roni dibantu pihak keamanan perusahaan menurunkan bendera China tersebut dan langsung menggantikannya dengan bendera Indonesia. (juniara)

Artikel Terkait