Sriwijaya FC harus puas dengan kemenangan tipis 1-0 meski banyak peluang emas yang gagal dimaksimalkan saat bertemu tuan rumah Persiba Balikpapan, Sabtu (24/2) sore di stadion Batakan Balikpapan. Gol tunggal di laga ini dicetak oleh Alberto Goncalves di menit 81 babak kedua sekaligus mengamankan poin penuh di laga perdana turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018.

Rahmad Darmawan mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya di laga ini meskipun lebih banyak menurunkan pemain yang kurang mendapat kesempatan bermain di turnamen Piala Presiden lalu.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pemain SFC, sejak awal mereka bermain agresif dan banyak memberikan tekanan untuk lawan. Namun saya menilai Persiba juga bermain sangat baik, militan dan penuh motivasi sepanjang laga dan menyulitkan,” ungkapnya usai pertandingan.

Dia pun menyebut sosok penjaga gawang Persiba, Fajar Setya sebagai pemain yang cukup berpengaruh di laga ini. “Kiper Persiba sangat luar biasa hari ini dan mencatat banyak penyematan, dalam kondisi normal seharusnya tim kami bisa menang dengan selisih lebih dari 1 gol,” jelasnya.

Dirinya pun menyebut rotasi yang dilakukannya di laga ini cukup berhasil walau gol baru dicetak di penghujung babak kedua dan melalui pemain pengganti. “Ini turnamen dengan jeda yang sangat pendek, tentu rotasi sangat diperlukan dan di laga kedua melawan Madura nanti kebijakan yang sama juga pasti kami terapkan. Sejak awal kami pun sepakat menjadikan PGK ini sebagai ajang untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk menunjukkan permainannya. Untuk laga perdana ini banyak pemain yang baru kami mainkan juga setelah lama absen, wajar jika tadi sempat mencari-cari ritme dulu, tapi secara umum tidak masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih Persiba Wanderley Silva tidak terlalu mempermasalahkan hasil akhir di laga ini dan menilai Siswanto dkk sudah memberikan perlawanan yang maksimal. “Gol mereka lahir dari situasi bola mati dan dicetak oleh pemain asingnya di menit-menit akhir. Ada kelengahan dan hilang konsentrasi yang harus dibayar mahal. Namun pemain kami pun punya peluang yang seharusnya jika lebih tenang mampu berbuah gol. Saya juga senang karena laga ini sangat menarik, lini pertahanan kami cukup solid. Soal Fajar, dia menunjukkan peningkatan dan membungkam kritik yang datang untuknya, sebelumnya melawan tim lokal di Balikpapan dia memang kesulitan menunjukkan permainan terbaik karena memang minim tekanan, melawan SFC yang dihuni pemain bintang dan pengalaman akan menjadi modal berharga kami menatap Liga 2 mendatang,” bebernya.

Artikel Terkait