Palembang – Respon cepat dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru terhadap musibah bencana tsunami yang melanda Provinsi Lampung dan Banten Sabtu (22/12) lalu. Didampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia, Gubernur Herman Deru melalui Dinas Sosial langsung mengirimkan bantuan dan melepas 30 personel Tagana Provinsi Sumsel di halaman Griya Agung, Jumat (28/12) sore untuk membantu korban tsunami.
Saat memberikan arahan kepada utusan yang diberangkatkan, Gubernur HD berpesan agar personel membantu korban sekuat tenaga tanpa memandang agama, suku, ras dan status sosial korban. Bahkan jika memang bantuan masih diperlukan, jadwal petugas ini bisa diperpanjang lebih dari 10 hari.
” Kalau memang mereka masih butuh 100 hari juga gak apa-apa dan karena kita lumbung pangan kita bantu beras, itu ada 21 ton. Bila perlu kita kirim alat berat kalau memang diperlukan,” jelasnya.
Menurut HD ketika kabar bencana itu terdengar, semua orang terhenyak tak terkecuali dirinya. Karena itu sejak beberapa hari kemarin, sejumlah OPD dan organisasi serta instansi terkait sudah diimbau menyiapkan bantuan yang akan dikirimkan Sumsel.
“Pastinya kita terkejut dan prihatin. Nah kita harusnya berpikir apa yang bisa kita perbuat. Walaupun kita tahu anggaran sudah habis tapi kalau untuk saudara-saudara kita yang jadi korban kita pasti punya cara sendiri. Bisa materi, tenaga bahkan doa agar para korban lepas dari penderitaan,” jelasnya.
Selain itu HD juga berpesan kepada personel ini agar tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga nama baik Sumsel selama bertugas.
Sementaa itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Rosyidin Hasan, menjelaska  tim ini akan menjalankan tugasnya selama 10 hari di  Desa Way Mulih Lampung Selatan. Mereka akan menolong para korban yang terkena dampak bencana tsunami termasuk membantu proses pengungsian warga yang saat ini tengah berjalan.
Selain mengirim personel, Pemprov Sumsel juga mengirimkan dapur umum ke lokasi tersebut yang paling banyak terkena dampak tsunami. Perhari dapur ini akan menyiapkan sedikitnya 600 porsi makanan bagi para keluarga korban dan pengungsi.
“Mengapa kita pilih desa ini karena disana memang paling terdampak. Insya Allah petugas ini akan membantu disana selama 10 hari,” jelas Rosyidin.
Selain wujud kepedulian kemanusiaan, pengiriman bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana. Tak hanya itu, untuk memulihkan rasa trauma bagi para korban bencana utamanya anak-anak, mereka juga mengirimkan tim skotic untuk mendampingi.
“Ini sejenis layanan psiko sosial. Gunanya untuk memotivasi dan memberikan dukungan pada para korban. Terutama anak-anak di pengungsian,” tandas rosyidin.
Beberapa jenis bantuan yang dikirimkan ke korban tsunami antara lain 21 ton beras, uang sumbangan senilai Rp372 juta, pakaian bekas layak 60 karung dan selimut. (ADV)

Related Post