PALEMBANG — Kekalahan dari Persegres Gresik United 1 – 2 pada laga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 lalu menurut pemain depan Sriwijaya FC Alberto Goncalves adalah sesuatu yang tidak pantas diraih klub berjuluk Laskar Wong Kito karena sebelumnya sempat unggul lebih dulu 1 – 0.
“Saat melawan Perseres, Sriwijaya FC sudah cukup baik, tetapi kekalahan kemarin memberi banyak pelajaran yang kami dapatkan dan tidak boleh terulang ke depannya,” kata pemain yang akrab disapa Beto, Rabu (15/6).
Dengan kekalahan tersebut pemain asing asal Brazil tersebut mengaku kecewa berat. Menurutnya, kekalahan tersebut tidak pantas didapatkan Sriwijaya FC yang sudah lebih dulu unggul.
“Saya marah, namun bukan berarti tidak sportif atau tidak respek dengan kemenangan lawan. Ini cara saya untuk membangkitkan semangat saya sendiri dan tim ke depan agar lebih baik. Sudah dua pertandingan terakhir kami bermain baik namun tidak bisa meraih poin penuh,” katanya.
Dalam pandangan Beto, dua gola ke gawang Teja Paku Alam bukan lahir dari  sebuah proses tim melainkan kesalahan pemain Sriwijaya FC. “Ini bukan berarti saya menyalahkan rekan-rekan lain, karena saya tahu hampir semuanya berpuasa dan sangat berat bermain laga perdana di bulan puasa tersebut. Hasil tanggung bersama dan saya senang respon tim yang fokus tidak lagi kehilangan poin melawan PSM Makassar nanti,” ujarnya.
Ayah dari tiga anak ini mengakui, tidak ada yang salah dengan pola latihan atau permainan tim saat bertanding di lapangan. “Kami harus lebih efektif lagi dalam menyelesaikan peluang. Melawan Persegres kami punya beberapa kesempatan mencetak gol namun terbuang percuma,” katanya.
Beto juga mengingatkan, ke depan tidak ada lagi perbedaan saat bermain di kandang maupun tandang. “Saat laga tandang tidak boleh memikirkan cukup puas dengan satu poin, targetnya harus menang.” (dedi)

RelatedPost