PALEMBANG — Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Dinsos Sumsel) Apriyadi mengimbau masyarakat agar mewaspadai banyaknya penipuan berkedok undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang tak berizin pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.
“Kepada masyarakat, Dinas Sosial Sumsel telah melakukan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat akan maraknya penipuan yang dilakukan oleh orang yang tidak  bertanggungjawab dan sudah ada masyarakat  menjadi korban,” kata Apriyadi, Selasa (14/6).
Para pelaku penipuan menurut Apriyadi memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dan Idul Fitri karena pada saat itu biasanya masyarakat mudah diperdaya dan kurang teliti.
“Kalau ada orang yang menghubungi yang memberi tahu menang undian atau yang terkait hadiah, masyarakat harus teliti dan tidak mudah menuruti. Masyarakat harus bertanya tentang izin mereka. Kalau tidak ada izin tolak saja,” pesan Apriyadi.
Menurut Apriyadi, siapapun termasuk badan usaha yang ingin melakukan undian gratis berhadiah harus  mengajukan izin terlebih dahulu. “Dengan berizin maka pemerintah dan pihak terkait seperti Dinas Sosial dan kepolisian bisa ikut mengawasi,” katanya.
Untuk kegiatan pengumpulan uang, menurut Apriyadi juga mengajukan izin, karena selama ini ada yang melakukan pengumpulan uang dan barang dalam bentuk undian untuk alasan kegiatan sosial tapi tidak memiliki izin.
“Masyarakat juga berhak bertanya nomor izin undian. Kami tidak bosan mengimbau, masyarakat tetap waspada dan tidak mudah tertipu apalagi menjelang lebaran biasanya akan banyak penipuan berkedok undian atau orang yang meminta-minta,” imbau Apriyadi. (juniara).

RelatedPost