Laskarwongkito.com-GRAB Indonesia akhirnya memutuskan hubungan kerja dengan puluhan ribu mitra pengemudi. Langkah tersebut diambil setelah mitra Grab tersebut terbukti melakukan kecurangan.

Saat jumpa pers di kantor Grab, kamis (13/9), Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, belasan ribu pengemudi yang telah diputuskan hubungan kemitraannya tersebut meliputi Grab Car dan Grab Bike. Ridzki menyebutkan pelanggaran yang dilakukan mitra pengemudi di antaranya mulai dari penggunaan GPS palsu, orderan fiktif (opik), hingga booking palsu. Namun demikian, masih ada kesempatan bagi mitra pengemudi yang melakukan pelanggaran.

“Puluhan ribu akun fiktif telah kita matikan. Setelah kita matikan itu, kita tidak memberikan ruang bagi pelaku kecurangan ini untuk masuk lagi ke sistem kita,” jelasnya.

Dirinya pun mengatakan akun-akun yang hendak dihapus itu sudah diperingatkan sebelumnya. Bahkan, para mitra pun telah diberikan waktu untuk memperbaiki pekerjaannya.

“Masing-masing mitra itu ada statusnya sebelum kita putus. Statusnya mereka tingkat pelanggarannya bagaimana, apakah sudah parah, bahkan ada kesempatan untuk mereka memperbaiki diri,” kata Ridzki.

Namun, Ridzki menyebut tidak semua mitra memanfaatkan waktu amnesti itu. Beberapa mitra pun langsung diputus karena kecurangannya dinilai terlalu berat.
Adapun para mitra yang terbukti melakukan kecurangan berat tersebut juga dilaporkan ke pihak kepolisian supaya diproses secara hukum dan mendapat efek jera.

“Kita sudah menyerahkan beberapa data ini kepada kepolisian. Tetapi kita juga lakulan pembagian kategori dari yang paling berat, yang sedang, dan lain-lain,” tutupnya. (win)

 

 

 

Artikel Terkait