Gelandang Sriwijaya FC, Asri Akbar sangat terpukul dengan kegagalan laskar wong kito menembus babak 8 besar turnamen Piala Jenderal Sudirman. Bahkan pemain asal Makassar ini sempat merasa sedih dan merasa bertanggung jawab atas performa tim yang tidak mampu lolos dari putaran grup A.

Menurutnya, jika penalti yang diambilnya saat laga melawan Persija Jakarta (25/11) mampu berbuah gol, maka setidaknya SFC akan mampu meraih 1 poin dan pertandingan akan diselesaikan dengan drama adu penalti. Tambahan 1 poin tersebut pun akan menjadikan SFC sebagai salah satu tim yang bersaing merebut tiket ke 8 besar dari slot 2 peringkat 3 terbaik.

“Sejak memulai karier sepakbola, saya memang tidak pernah mengambil tendangan penalti di babak normal. Tetapi saat itu kondisi di lapangan mengharuskan saya menjadi eksekutor dan mengambil tanggung jawab tersebut, namun ternyata gagal,” ungkap pemain yang sudah 2 musim menjadi bagian SFC tersebut.

Saat kejadian hadiah penalti usai TA Musafry dilanggar OK Jhon tersebut, di lapangan sebenarya masih ada Osas Saha atau Ferdinan Sinaga yang biasanya menjadi eksekutor tendangan 12 pas. “Saya lihat Ferdinan sedang membantu perawatan Musafry di pinggir lapangan, kemudian bola pun sudah dipegang oleh Osas, saya kemudian memberinya semangat untuk tenang saat mengambil penalti. Namun Om Beny memberi instruksi agar saya yang menjadi penendangnya, sebagai pemain tentu saya harus patuh,” jelasnya.

Usai pertandingan, Asri kemudian sempat merasa kecewa berat karena tidak dapat membantu SFC meraih mendapatkan poin di laga yang berlangsung dalam tempo panas tersebut. Bahkan untuk beberapa waktu, gelandang pengakut air tersebut hanya berada di kamarnya untuk menenangkan diri.

Manajer SFC , Nasrun Umar sendiri mengaku tidak mempermasalahkan gagalnya tendangan penalti Asri saat melawan Persija dan angkat topi dengan keberanian ayah dari 3 putri tersebut mengambil beban berat itu. “Pemain kelas dunia sekaliber Roberto Baggio, Maradona atau Lionel Messi juga pernah gagal, jadi itu manusiawi. Soal SFC, semua menjadi tanggung jawab saya,” ungkap kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel ini.

Diakuinya, di ruang ganti usai pertandingan, Asri pun secara jantan juga sudah meminta maaf atas kejadian tersebut. “Itu sikap yang sangat saya hargai, namun Asri tidak perlu merasa bersalah, karena sebagai tim SFC adalah sebuah kesatuan. Menang atau kalah, kita semua bersama-sama. Saya sudah ngobrol langsung dengannya dan semoga kejadian ini akan menjadi pembelajaran serta membuat SFC lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.