Laskarwongkito.com-Hingga hari ketiga pelaksanaan perlombaan cabor Menembak yang digelar di Shooting Range Stadium Jakabaring, para penembak Indonesia masih belum mampu menembus babak final di sejumlah nomor yang telah dimainkan dan semuanya tersisih di babak penyisihan.
Seperti halnya Deny Pratama, atlet Indonesia yang turun di nomor 10M Air Pistol Putra yang kembali harus tersisih dengan selisih cukup jauh dari catatan terbaiknya selama ini. Di babak penyisihan, penembak muda Indonesia ini harus puas menempati peringkat 23 dari 40 peserta dengan catatan skor 470.
“Hasilnya memang mengecewakan, namun yang menjadi catatan kami adalah buruknya skor yang dibuat Deny. Skor 470 jauh dari catatan rata-ratanya selama ini yakni 480,” ujar manajer tim menembak Indonesia, Sarozawato Zai saat ditemui di lokasi pertandingan, Selasa (21/8) siang.
Menurutnya, idealnya jika terjadi penurunan hanya berkisar 1-2 poin saja dan tidak terlalu jauh seperti di Asian Games 2018 ini.
“Saat latihan pun, sebenarnya Deny pun pernah mencatat skor terbaik 486. Jika dia mampu mempertahankan performanya saat latihan, sebenarnya minimal kita bisa masuk final dan berjuang mencuri medali sesuai target awal,” jelasnya.
Setelah pertandingan, dirinya pun menyebut anak asuhnya mengaku sangat grogi selama pertandingan berlangsung. “Lagi-lagi ini masalah mental, saat melihat perolehan skornya memang terbukti tidak stabil dan naik-turun. Menembak ini memang perlombaan mental, karena teknik sudah tidak menentukan lagi,” tambahnya.
Meskipun bertumbangan di nomor 10M, namun pihaknya tetap memendam keyakinan tetap akan mampu berprestasi lebih baik di sisa pertandingan lainnya. “Masih ada sekitar 10 nomor lain yang belum dipertandingan, tentu evaluasi di nomor 10M Air Pistol dan Air Rifle ini akan menjadi masukan bagi atlet lainnya, kami belum menyerah dan bangkit di nomor lainnya,” tegasnya.
Selain nomor 10M Air Pistol Putra, Indonesia juga turun di nomor Rifle 3 Position 50M putra. Namun 2 atlet Indonesia yang turun di nomor ini tercecer cukup jauh, Dwi Firmansyah menempati peringkat 24, sementara Sahurun di posisi 30 dari 30 peserta. Begitu juga di nomor trap campuran beregu dimana Indonesia harus puas sebagai juru kunci dari 11 peserta di nomor ini. (ant)

Artikel Terkait