PALEMBANG — Walau masih memiliki peluang untuk terus bersaing di perebutan gelar pencetak gol terbanyak di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, namun Alberto Goncalves mengaku fokusnya saat ini hanyalah membawa Sriwijaya FC segera keluar dari posisi papan bawah di klasemen sementara kasta sepakbola tertinggi di Indonesia ini. Bahkan Beto menyebut dirinya pun siap menukar gelar top dengan kepentingan tim yang dirasanya lebih dibutuhkan laskar wong kito saat ini.

“Sebagai seorang striker, tentu saat masuk ke lapangan fokus saya hanyalah bermain baik dan mencetak gol. Tetapi tidak ada gunanya gelar top skor bila tidak membantu kepentingan tim secara keseluruhan, karena itu saya tidak masalah tidak meraih predikat tersebut selama tim bermain baik dan bisa memenangkan pertandingan,” ungkap top skor kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu ini saat ditemui usai sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (22/8) sore.

Menurutnya, produktifitasnya musim ini memang sempat tersendat saat gagal 2 kali mengeksekusi 2 tendangan penalti secara beruntun saat laga melawan Persegres Gresik (24/7) serta kontra Perseru Serui (2/8) lalu. Bahkan catatan tersebut bisa bertambah panjang karena di pertandingan terakhir melawan Bhayangkara FC (20/8) kemarin, tendangan penalti pemain asal Brasil ini kembali bisa ditahan oleh penjaga gawang Faisal Mubarok.

Namun walau sudah berhasil ditepis, namun bola rebound berhasil disambar kembali oleh Beto dan menghasilkan gol ke-12 baginya di musim ini. “Memang sulit jika kita sudah masuk di kesempatan pertama namun ternyata harus diulang kembali oleh wasit. Namun kita harus respect dengan aturan dan wasit sudah tepat mengambil keputusan itu,” jelasnya.

Di kesempatan pertama dirinya sudah berhasil mengelabui Faisal Mubarok yang terlanjur bergerak ke arah kanan gawang. “Saya melihat pemain Brasil di Bhayangkara FC, Otavio Dutra seperti memberitahu bahwa kemarin saya gagal 2 kali saat menendang ke arah itu sehingga dia pun bergerak kesana. Saya berhasil menipunya di kesempatan pertama, namun saat harus diulang saya sempat bingung karena dia pasti sudah memperhitungkannya,” bebernya.

Walau sempat gagal, namun Beto sendiri menyebut dirinya memang tidak ragu untuk kembali menjadi algojo tendangan penalti ini. “Ada Hilton dan Tijani yang saya pikir mau mengambilnya, tetapi saat mereka tidak bergerak maka saya sebagai eksekutor utama tidak boleh takut dan tetap berani karena itu soal tanggung jawab. Memang tidak sempurna tetapi saya senang sudah mengakhiri kegagalan di 2 tendangan sebelumnya,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait