PALEMBANG — Pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat pada tahun 2017 berdampak juga pada seluruh provinsi yang ada di Indonesia, salah satunya Sumatera Selatan.

Sebagai pelopor berobat gratis, pemangkasan anggaran rupanya juga mempengaruhi dana alokasi untuk program kuliah gratis (PKG). Sebelumnya, dana PKG sebesar Rpn 30 miliar turun menjadi Rp. 16 miliar.

Menurunnya anggaran PKG 2017 ini merupakan impact dari krisis ekonomi global. Meskipun terdapat pengurangan anggaran, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) tetap berupaya untuk mencapai targetnya yaitu menguliahkan 2000 mahasiswa per tahun.

Kepala Disdik Sumsel Widodo, mengungkapkan, bahwa memang ada pengurangan anggaran untuk PKG, namun pihaknya tetap meneruskan dan berupaya menambah kuota mahasiswa yang akan dikuliahkan secara gratis.

“Yang masih kuliah akan tetap kita lanjutkan. Dengan dana yang ada tersebut diperkirakan kuota untuk PKG tahun ini (2017) berada dikisaran 400-600 orang,” ungkapnya, Jumat (27/01).

Untuk mereka yang mendapatkan PKG, lanjutnya, akan terus dipantau prestasi pembelajarannya. “Kita menargetkan minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) tiap semester itu 3,5. Jadi kita terus mendorong agar mereka dapat berkonsentrasi belajar tanpa harus memikirkan biaya kuliah,” terangnya.

Menurutnya, perguruan tinggi yang dituju tetap sama dan bahkan bertambah ditahun ini. “Baru-baru ini kita juga menjalin kerja sama dengan tiga¬†universitas dari Cina yaitu Wuxi Univeristy, Yangzhou University serta Changzhou University dengan kuota 300 orang dan semua biaya kuliah, asrama ditanggung oleh kampus. Sedangkan dari Pemerintah Sumsel hanya menyediakan biaya pulang-pergi dan visa serta administrasi lainnya. Selain itu kami juga akan mengirimkan guru SMK untuk memperdalam kompetensinya selama enam bulan dengan fasilitas yang sama,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait