PALEMBANG — Menjadi tuan rumah hajatan besar Asian Games 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi provinsi Sumatera Selatan. Apalagi, kondisi anggaran dari pemerintah pusat saat ini mengalami pemangkasan.

Namun, Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin menegaskan pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel tidak khawatir dengan kondisi anggaran minim karena Sumsel memiliki komitmen dan selalu siap menjadi tuan rumah.

Selain itu, persiapan Asian Games 2018 terus dikebut seperti pembangunan infrastruktur berupa light rail transit (LRT) yang progress pembangunannya jauh lebih cepat dibandingkan Jakarta.

“Adanya pemotongan anggaran tidak membuat kami khawatir karena program pembangunan infrastruktur menyambut Asian Games ini sudah menjadi program prioritas utama pemerintah pusat,” jelas orang nomor satu di Sumsel ini usai mengahadiri kegiatan serah terima jabatan kepala BPK RI Perwakilan Sumsel di Auditorium Gedung BPK RI Sumsel, Kamis (19/01).

Diungkapkan Alex, 45 negara yang menjadi peserta Asian Games 2018 akan melangkahkan kakinya ke Sumsel. Hal ini tentu saja akan menjadi sejarah yang luar biasa bagi provinsi Sumsel.

Selain itu, dikatakan kakek dua orang cucu ini, bukan event internasionalnya melainkan dampak setelah menjadi tuan rumah, karena kedepan masyarakat Sumsel akan menikmati infrastruktur yang dibangun pasca Asian Games.

Untuk itu, Alex mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam persiapan menyambut Asian Games 2018, termasuk BPK RI Perwakilan Sumsel untuk turut mengawasi dan mengingatkan jika ada pelanggaran yang terjadi.

“Bukan cuma Asian Games yang memerlukan pengawalan dari BPK tetapi semuanya proyek besar, kalau ragu, keliru, kita akan bertanya agar tidak salah langkah kedepannya,” tutup Alex. (juniara)

Artikel Terkait