PALEMBANG — Sebagai provinsi pelopor program berobat gratis, Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki cara tersendiri untuk mengatasi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang tentu berpengaruh pada kelangsungan program berobat gratis.

Dikatakan gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin, saat ini pemerintah tengah mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi defisit anggaran. “Bukan cuma di Sumsel saja yang lagi defisit, tapi daerah lain juga di seluruh Indonesia sama-sama mengalami,” ujar orang nomor satu di Sumsel ini.

Menurutnya, agar program berobat gratis tetap berjalan, pemerintah akan menggabungkan program tersebut dengan program BPJS Kesehatan selaras dengan perintah UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dijelaskannya, semua masyarakat Sumsel ada yang belum mampu mengikuti program BPJS karena setiap bulannya harus membayar iuran meskipun kondisi sedang tidak sakit.

“Oleh karena itu kita tetap melakukan jaminan sosial kesehatan masyarakat, menutup yang bolong-bolong ini supaya bisa mengcover semua pelayanan kesehatan masyarakat hingga 2019 mendatang dan secara bertahap kita masuk pada program BPJS,” jelasnya.

Alex berharap, dengan terintegrasinya program berobat gratis dan BPJS Kesehatan dapat memeratakan pelayanan kesehatan pada masyarakat secara adil. (juniara)

Artikel Terkait