Hari pertama berkumpul usai libur panjang, kesibukan Mess Pertiwi belum terlihat normal. Kedatangan pemain pun tidak berbarengan mengingat asal kota yang berbeda-beda. Namun beberapa pemain SFC kompak untuk berkumpul di titik tertentu agar bisa berangkat ke Palembang bersama-sama.

Seperti Fahrudin, Dian Agus dan asisten pelatih Hartono Ruslan. Meski berasal dari 3 kota yang berbeda, namun ketiganya sepakat berangkat bersama dengan pesawat langsung dari Jogjakarta menuju Palembang. “Saya dari Solo, Fahrudin asal Klaten dan DAP dari Ponorogo. Kami sudah biasa janjian ketemuan di bandara Adi Sucipto Jogja kalau ingin ke Palembang,” jelas Hartono Ruslan.

Saat tiba di Palembang, mereka pun menunggu Yogi Triana yang berangkat dari Jakarta dengan jam penerbangan yang hampir berdekatan. “Namun kami duluan ke Mess karena barang-barang cukup banyak, jadi Yogi nanti kloter kedua berbarengan dengan pemain asal Makassar yakni Fathulrahman dan Asri Akbar,” imbuhnya.

Alan Martha akhirnya menjadi pemain pertama yang tiba di Mess Pertiwi, Minggu (16/8) malam diluar duo Jecky Arisandi dan Rizky Dwi Ramadhana yang memang tinggal di Palembang. “Saja sengaja ingin datang lebih awal, soalnya jika berangkat Senin (17/8) takutnya akan telat. Padahal sore sudah akan memulai latihan,” ujarnya. Alumnus SAD uruguay ini mengatakan dirinya juga khawatir jadwal penerbangan akan full jika baru berangkat Senin (17/8). Pemain kedua yang tiba di Mess Pertiwi adalah Manda Cingi yang berangkat dari Lampung via KA malam dan disusul Jajang Maulana yang berangkat langsung dari Bandung dengan penerbangan pagi.

Sementara itu, keterlambatan penerbangan harus dirasakan Ngurah Nanak yang membuat dirinya nyaris absen di latihan perdana SFC. Pesawat langsung dari Denpasar yang ditumpanginya harus tertahan sekian lama, namun bukan karena gangguan asap gunung seperti belakangan ini tepai karena izin terbang. Praktis, Nanak hanya tiba beberapa menit sebelum rombongan tim berangkat dari Mess Pertiwi menuju stadion GSJ pada pukul 15.30 WIB.