Sriwijaya FC punya masalah khusus jelang persiapan laga melawan Persegres Gresik United, Minggu (12/6) malam di stadion Tri Dharma Gresik dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Selain bermain di bulan puasa, punggawa Laskar Wong Kito juga dihadapkan dengan jadwal pertandingan pada larut malam.

“Yang sulit itu adalah adaptasinya, karena kita sudah lama sekali tidak bermain malam hari. Selama ini paling banter kami bermain jam 7 atau 8 malam, namun nantinya akan bertanding pada jam 9.30 malam,” ujar fisioterapi SFC saat dihubungi Minggu (5/6) sore usai sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Menurutnya, selama ini jam 9.30 malam merupakan waktu para pemain SFC beristirahat. “Jadi yang susah itu adalah membiasakan diri pemain agar bisa bermain di jam itu, karena sepengetahuan saya sudah lebih dari 2 tahun sepakbola di Indonesia tidak memainkan pertandingan di larut malam,” tambahnya.

Musim lalu, saat masih bernama Qatar National Bank (QNB) League, kompetisi dihentikan saat baru menggelar 3 partai awal. Sedangkan 2 musim sebelumnya, kompetisi Indonesian Super League (ISL) punya kebijakan khusus dengan meliburkan pertandingan di bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, pelatih fisik SFC Keith Kayamba mengaku tidak terlalu risau dengan kondisi pemain saat memasuki bulan puasa. “Saya pikir seluruh pemain SFC kini dalam kondisi yang sangat baik, pasti di bulan puasa saya juga akan menurunkan intensitas latihan. Tapi saya senang karena saat ini mereka sudah sangat siap secara fisik dan mentalitas mereka juga luar biasa. Semua mau fokus, giat berlatih dan kerja keras setiap hari” ujar Kayamba.

Kayamba yang sudah lama bermain di Indonesia ini juga menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan pengurangan jadwal latihan pemain di bulan puasa ini. “Saya lama bermain di Indonesia dan soal puasa adalah hal yang harus dihormati. Dan pemain pun tidak pernah menjadikan hal itu sebagai sebuah alasan untuk bermalas-malasan,” pungkasnya.

RelatedPost