PALEMBANG —Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Selatan meralisasikan program proyek operasi nasional agraria (Prona). Dari total target sebanyak 51.500 bidang tanah, hingga kini sudah ada 80 persen yang terealisasi.

Kepala Kantor wilayah BPN Sumsel, Arif Pasha, Senin (26/9) menjelaskan bahwa Prona merupakan salah satu bentuk legalisasi aset secara massal yang proses administrasinya meliputi ajudikasi, pendaftran tanah hingga penerbutan sertifikat atau tanda bukti hak tanah

“Prona dimulai sejak tahun 1981 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 189 Tahun 1981 tentang proyek operasi nasional agraria. Berdasarkan keputusan tersebut, Penyelenggara PRONA bertugas memproses pensertifikatan tanah secara massal sebagai perwujudan dari pada program catur tertib di bidang pertanahan,” jelasnya.

Secara umum menurut Pasha, proses Prona di Sumsel hampir selesai dan rata rata sebagian besar sudah mencapai 100 persen, walaupun ada beberapa yang mengalami kendala mengenai hak tanannya.

“Yang sudah selesai itu antara lain Oku timur kemudian Lubuk Linggau ,Musi Rawas dan ada beberapa yang lain, yang memang cukup sulit untuk pelaksanaannya karena ada beberapa daerah yang memang biasanya konflik sengketanya cukup berat,” ungkap Pasha.

Oleh karena itu, sambung Pasha, BPN Sumsel mengambil langkah mediasi terlebih dahulu dengan masyarakat untuk menyelesaikan Pronabyang masih bersengketa diberbagi daerah di Sumsel.

“Sehingga nantinya ada kesamaan pandangan, kalau sudah clear baru kita selesaikan masalah sertifikasinya. Tetapi jika ini belum diselesaikan maka kita akan mencari subjek dan objek lain yang tidak bermasalah,” ujar Pasha.

Ditargetkan Arief Pasha , di tahun 2016 ada sebanyak 51.358 bidang tanah yang perlu dilegalisasi dan direncakan tahun depan akan ada penambahan sekitar 165.000 bidang tanah dengan sasaran bidang Prona, Pertanian, UKM, Nelayan, serta retristribusi dan BUMN yang diselenggarakan secara gratis.

“Untuk target tahun ini sudah mencapai 80 persen, akan kita targetkan pada bulan Oktober mencapai 100 persen. Semua akan kita selesaikan secepat mungkin kita berharap ini bisa menopang untuk kesejahteraan kemakmuran rakyat Sumsel,” tutupnya. (juniara)

Related Post