Gagal mengamankan poin tandang, kesedihan mendalam pun dirasakan Teja Paku Alam usai laga melawan Madura United, Sabtu (7/4) sore di stadion Gelora Ratu Pamelingan Pemakasan. Penjaga gawang laskar wong kito ini harus 3 kali memungut bola dari gawangnya sendiri.

3 gol yang dicetak oleh Madura United di laga ini lahir saat laga sudah memasuki menit akhir. “Memang 15 menit awal dan akhir itu sangat rawan, kedepan kami harus lebih waspada serta fokus di waktu krusial tersebut,” ujarnya saat dihubungi Minggu (8/4) sore.

Pemain jebolan SFC U21 ini juga menyatakan bahwa secara umum rekan-rekannya sudah bermain baik saat kontra Madura United. “Tetapi memang kartu merah itu merubah semuanya, saya pikir hukuman itu bisa juga diperdebatkan karena Ndiaye tidak melanggar saat duel dengan Zah Rahan,” jelasnya.

Kebobolan 3 gol di 10 menit akhir saat bertemu MU kemarin juga diakui Teja sebagai hal pertama sepanjang kariernya. “Semua terjadi begitu cepat, setelah kartu merah pemain kita terlihat juga down dan berhasil dimanfaatkan oleh lawan. Ini jadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang lagi kedepannya,” tambahnya.

Padahal di awal laga, kepercayaan diri pemain SFC sempat membumbung tinggi saat Teja berhasil menepis tendangan penalti Zah Rahan. “Saya pikir itu cuma keberuntungan saja, tidak ada persiapan khusus, cuma mengandalkan refleks serta naluri saja,” pungkasnya.

Artikel Terkait