Untuk ketiga kalinya di musim ini, Sriwijaya FC harus menelan kekalahan dengan cara yang nyaris sama. Kebobolan di menit-menit akhir seolah menjadi permasalahan laskar wong kito yang belum ditemukan solusinya saat ini.
Sama seperti saat laga kontra Madura United dan PSMS Medan yang berujung kekalahan bagi SFC, gawang Teja Paku Alam lagi-lagi kebobolan di atas menit 80 saar laga kontra Perseru Serui (27/5) kemarin.
Sebelum pertandingan digelar, kepala pelatih SFC Rahmad Darmawan sendiri sebenarnya sudah mengingatkan hal ini dan mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak mengulangi hal seperti ini lagi. “Sama seperti saat melawan PSMS, ketika bertemu Perseru kami sangat unggul dalam penguasaan bola dan mendominasi jalannya pertandingan. Namun karena tidak kunjung mencetak gol, pemain akhirnya terburu-buru dan lengah, lagi-lagi gol lawan juga berasal dari kesalahan kita sendiri,” ungkapnya saat dihubungi Senin (28/5) siang.
Pihaknya pun menyebut tugas kedepan yakni saat menjamu Persela Lamongan (2/6) akan bertambah lebih berat. Pasalnya SFC tidak akan diperkuat 3 pemain yang mendapat panggilan timnas yakni Alberto Goncalves, Zulfiandi dan Teja Paku Alam. “Sebenarnya 4 orang pemain kita yang harus absen karena Syahrian Abimanyu juga belum bisa bergabung karena TC timnas U19 diperpanjang hingga 2 Juni nanti,” jelasnya.
Sementara itu, ekalahan Sriwijaya FC atas Perseru Serui, Minggu (27/5) malam di stadion Gajayana Malang mulai memantik reaksi dari suporter laskar wong kito. Beberapa diantaranya berharap agar kepala pelatih SFC Rahmad Darmawan untuk lebih berani melakukan rotasi dan mencoba pemain yang berbeda untuk laga selanjutnya.
“SFC sekarang terkesan hanya punya 11 pemain inti dan 7 pemain cadangan, tidak ada perubahan atau rotasi kepada pemain yang terlihat menurun permainannya. Mungkin hal ini memang lebih diketahui oleh tim pelatih, namun hingga pekan ke-11 nyaris susunan line up atau starting elevennya selalu sama,” ujar Arie Firdaus dari komunitas Sriwijaya Boys, Senin (28/5) siang.
Kebijakan RD menepikan putra daerah asli Sumsel dan binaan sendiri pun sangat disayangkannya. “Mungkin ini lebih ke selera pelatih, namun pemain juga punya hak untuk mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya. Zulfiandi dan Alfin Tuasalamony pun sebenarnya musim lalu tidak terlalu banyak menit bermain di Bhayangkara, kami cukup kasihan melihat bagaimana Yogi Rahadian, Zalnando atau Ichsan Kurniawan disia-siakan sejauh ini,” ungkapnya.
Apalagi ketiga nama tersebut musim lalu bermain cukup baik dan tidak kalah bila dibandingkan pemain yang belakangan menjadi andalan RD. “Jika memang situasi tidak berubah, mungkin mereka memang harus mengikuti langkah Hapit Ibrahim yang dipinjamkan ke klub lain terlebih dulu untuk meningkatkan kualitas permainan,” harapnya.
Meski sepakat bahwa SFC tetap harus berprestasi kedepannya, namun dirinya berharap agar RD juga tidak melupakan misi pemberdayaan putera daerah yang belakangan mulai menunjukkan hasil.

Artikel Terkait