PALEMBANG — Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) sebagai rumah sakit terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan menjadi rumah sakit yang memiliki sertifikasi rumah sakit berstandar internasional.
Target tersebut disampaikan Direktur Utama RSMH M. Syahril Mansyur. “Kita memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam jangka pendek untuk meraih sertifikasi standar internasional yang pertama di Sumatera. Ini tantangan, bisa tidak kita bersaing sejajar dengan rumah sakit di pulau Jawa yang berstandar internasional?” katanya, Kamis (23/6).
Menurutnya, sertifikasi standar internasional merupakan suatu pengakuan dimana rumah sakit melakukan standar penjaminan pelayanan mutu dan menjamin pelayanan keselamatan.
Sementara itu Dewan Pengawas Rumah Sakit Mohammad Hoesin Eka Fiora  mengatakan, “Kriteria penilaian rumah sakit akreditasi internasional ini dinilai oleh lembaga independen komisi akreditasi rumah sakit. Pada bulan lalu, telah dilakukan survei awal oleh lembaga akreditasi internasional dari Amerika Serikat.”
Selain mengejar target akreditasi standar internasional, menurut Syahril Mansyur, RSMH juga mendapat amanah menjadi rumah sakit rujukan nasional. “Di Indonesia ada 14 rumah sakit, salah satunya di Palembang yang melingkupi lima provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Lampung, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Direktur Utama RSMH menjelaskan, rumah sakit rujukan nasional adalah rumah sakit dengan suatu pelayanan unggulan yang selama ini tidak ada, sulit, hanya ada di Jakarta dan luar negeri. “Sekarang ada di sini serta sudah berjalan.”
Menurut Syahril Mansyur, RS Mohammad Hoesin, ada beberapa pelayanan yang telah berjalan, diantaranya pelayanan jantung dan saraf terpadu. “RSMH sudah bisa memasang stand dan bypass, yang terakhir ablasi merupakan suatu tindakan kelainan jantung yang bisa diobati salah satu contohnya, jantung yang denyutnya tidak teratur, terutama jantung anak. Ini merupakan prestasi tersendiri karena pertama kali untuk di Sumatera, serta biayanya ditanggung BPJS,” ujarnya.
Kemudian, ada bedah infasi minimal yaitu operasi kecil dan alat dimasukkan serta dilakukan dengan tindakan selanjutnya. “Ini sudah sangat sering kita lakukan operasinya karena tidak lama juga biayanya lebih murah,” ujarnya.
Di RSMH juga ada pelayanan, onkologi (kanker) terpadu, pelayanan kemotrapi dan sudah dikembangkan valiatif center. Pelayanan lainnya adalah transplatasi ginjal dan pelayanan bayi tabung. (juniara)

RelatedPost