PALEMBANG — Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) memastikan kuota haji untuk Sumsel kembali menjadi 6.300 jemaah setelah pemerintah secara resmi merilis bahwa kuota haji di Indonesia yang sebelumnya dipotong 20 persen oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi dikembalikan semula.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi mengatakan, kuota haji untuk Sumsel tadinya berkurang menjadi 5.040 karena keputusan pemangkasan tersebut.

“Memang belum ada, tapi sepertinya kalau Presiden langsung yang bicara, informasi itu tidak diragukan,” katanya saat diwawancarai di Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa (24/1).

Menurut Alfajri, kembalinya kuota normal Sumsel 6.300 tersebut menjadi kabar sangat baik. Mengingat, daftar tunggu haji di Sumsel mencapai 18 tahun dengan jumlah jemaah mencapai 87.778.

“Dengan adanya penambahan kuota, maka dapat mengurangi waiting list haji. Pasti berkurang, ya paling daftar tunggu berkurang hingga 4 tahun,” paparnya.

Selain itu, lanjut Zabidi, akan ada tambahan kuota 10.000 jemaah. Kuota itu berasal dari negara-negara asia yang tidak termaksimalkan. Kuota itu diperuntukan untuk seluruh Indonesia namun jumlah pastinya belum ada.

“Akan tetaapi kalau berkaca dari tahun lalu Sumsel mendapatkan tambahan kuota sekitar 100,” terangnya.

Sebenarnya, tambah Alfajri, kuota tambahan 10.000 ini sudah dari tahun lalu. Tapi tahun lalu belum bisa terealisasi. Pasalnya, visa haji dari Pemerintah kerajaan Arab Saudi tidak keluar lantaran pengajuan pembuatan visa dilakukan 3 bulan sebelum keberangkatan.

Hanya saja, dijelaskan Alfajri, pihaknya masih juklak dan juknis terkait hal ini dari pemerintah dan turunannya dari Kementerian Agama. “Kalau mengacu kepada aturan sebelumnya, maka kuota tambahan ini diperuntukan untuk jemaah lanjut usia,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait