PALEMBANG — Meski lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan hijau, namun pemain Sriwijaya FC tetap mengikuti perkembangan terkini di tanah air. Dan peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober tidak luput dari perbincangan Zalnando dkk.

“Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari tokoh pemuda seperti Budi Utomo di era kemerdekaan dulu. Namun sekarang saya pikir tantangan di era sekarang akan jauh lebih berat, mengingat perkembangan teknologi dan globalisasi begitu cepat,” ungkap Zalnando, salah satu pemain muda SFC saat dimintai komentarnya mengenai Sumpah Pemuda.

Bahkan Zalnando sendiri mengaku punya pendapat sendiiri mengenai sosok pemuda ideal masa kini. “Pemuda masa kini harus URaKAN yaitu Ulet, Rajin, Kreatif dan Anti Narkoba,” bebernya.

Saat masih duduk di bangku SFC, Nando sendiri pernah bergabung dengan klub lokal di Cimahi yakni Urakan FC yang menurutnya cukup memberikannya bekal besar saat memutuskan menjadi seorang pesepakbola. “Bersama Urakan saya bisa mengikuti Liga Suratin, saat itu masih kelas 3 SMP dan setahun kemudian dipilih masuk tim SAD Indonesia yang tengah berlatih di Uruguay,” kenangnya.

Narkoba memang diakui Nando sebagai musuh besar bangsa Indonesia saat ini. “Peredarannya sudah sangat meresahkan, bahkan para pemasok sudah sangat kreatif sehingga narkoba hadir dalam banyak kemasan saat ini. Bentengnya tentu selain lingkungan juga dari keluarga,” tambahnya.

Di skuad SFC saat ini, selain dihuni oleh beberapa pemain senior dan berpengalaman, juga banyak tampil pemain muda berbakat asli binaan sendiri. Setelah Teja Paku Alam, Ichsan Kurniawan dan Zalnando yang mulai rajin mengisi line up, beberapa nama lain yang termasuk kategori young guns juga siap menunggu giliran. Bahkan saat jeda putaran pertama lalu, manajemen SFC membuat kebijakan cukup berani dengan tidak mendatangkan pemain tambahan dan hanya mempromosikan 6 pemain muda asal tim PON Sumsel. (dedi)

RelatedPost