PALEMBANG — Sosok Zalnando belakangan menjadi salah satu pemain yang memegang peranan penting di Sriwijaya FC. Meski masih berusia muda, namun alumnus SFC U21 kini mampu mengamankan 1 posisi inti di starting eleven laskar wong kito berkat permainan gigih serta ngototnya di sektor kiri pertahanan gawang Teja Paku Alam.

Namun sama seperti Teja, perjuangan Zalnando untuk meraih posisi tersebut juga tidaklah mudah. Di zaman kepelatihan Beny Dollo, pemain yang sempat berlatih bersama SAD Uruguay ini harus berbagi menit bermain dengan Syaiful Indra Cahya, begitu juga musim lalu saat secara bergantian mengisi posisi bek kiri dengan Wildansyah.

Namun di musim 2017 ini, penampilan Zalnando dinilai semakin matang dan mulai dipercaya sebagai pilihan pertama. Menanggapi perjalanan kariernya, pemain yang tergolong pemalu ini menyebut kedua orang tuanya sebagai faktor utama keberhasilannya sejauh ini.

“Kedua orang tua (M Zaludin dan Yusnely), terutama ibu punya peranan penting di karier saya. Atas apa yang sudah mereka lakukan, semuanya saya jadikan motivasi agar bisa membuat mereka bangga. Dulu saya masih ingat bagaimana ibu menyetir mobil dari Cimahi – Bandung, lalu Bandung – Jakarta untuk mengantar saya latihan,” kenangnya saat dihubungi Rabu (15/2) sore.

Oleh karena itu, Nando menyebut saat ini dirinya bertekad untuk menunjukkan penampilan terbaik bersama SFC guna membahagiakan keluarganya. “Musim ini, saya sebenarnya mendapat beberapa tawaran dari klub lain, tapi saya tidak ingin dicap sebagai pemain yang tidak tahu berterima kasih, sehingga saya putuskan tetap di SFC dan berjuang agar kami bisa menjadi juara, tentu indah rasanya bila menyandingkan gelar U21 dengan senior. Selain itu saya juga ingin memberikan hadiah umroh untuk orang tua tahun ini,” jelas pemain yang berkaki kidal ini.

Di bulan Februari yang identic dengan kasih sayang, Nando juga menegaskan bahwa belum mempunyai pacar dan lebih memilih fokus  ke kariernya. “Saya juga merasa aneh jika ada yang bilang kalau mau punya motivasi tambahan harus punya pacar, bagi saya ibu dan orang tua adalah semangat serta motivasi utama kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu, ibunda Zalnando, Yusnelly mengaku sengaja datang ke Bali untuk memberikan support langsung kepada putra ketiganya tersebut. “Sejak kecil Nando memang suka sepakbola dan ketika kelas 3 Sekolah Dasar akhirnya mulai berlatih di akademi Arsenal,” ujarnya saat ditemui di hotel Grand Livio Bali, tempat punggawa SFC menginap selama turnamen Piala Presiden 2017.

Menurutnya, meski aktif dan rajin berlatih, Nando kecil tidak pernah mengabaikan pelajaran di sekolahnya. “Saya sempat terharu, karena Nando di usianya yang masih kecil sudah bisa berjanji untuk tetap mendapat rangking sekolahnya walau mulai aktif berlatih sepakbola dan itu dia buktikan hingga lulus SD,” ungkapnya.

Selain itu, saat berlatih di akademi Asean Soccer Academy, Nando juga sempat mengatakan bahwa sang ibu hanya perlu membayar sekali uang iuran yang cukup mahal saat itu. “Saya memang katakan ke Nando, kalau mau hanya main-main lebih baik berhenti berlatih sepakbola, karena uang iurannya sangat mahal. Tapi dia katakan ke saya bahwa cukup sekali bayar, karena nanti tahun kedua bisa dapat beasiswa untuk atlet berbakat,” kenangnya.

Diakuinya, Nando memang sangat dekat dengan dirinya karena saat usia kecil dirinyalah yang mengantarkan berlatih ke Jakarta. “Jadi saya bilang ke Nando harus fokus, karena jarak Bandung – Jakarta cukup jauh, pake bensin dan makan selama perjalanan, jadi tidak boleh main-main latihannya. Tapi saat itu saya sudah melihat keteguhan hatinya dan tekad yang besar untuk sukses,” tambahnya.

Saat kelas 3 SMP, Nando bahkan sudah mandiri dan tinggal terpisah dengan keluarganya dengan kost di daerah Pulo Gadung Jakarta. “Nando tinggal bersama Bagas Adi Nugroho, sejak dulu kami memang selalu sekelas. Namun saat latihan terpisah karena saya di Urakan sementara dia di Villa 2000. Agar tahu Jakarta, pernah 1 hari dia bersama ayahnya sengaja khusus belajar jalur bus way, karena memang sejak pergi dari rumah, latihan dan pulang tidak ada yang mengantar, semua naik transportasi umum,” tambahnya.

Artikel Terkait