PALEMBANG — Sriwijaya FC kembali kehilangan 1 pemain jelang persiapan babak 8 besar turnamen Piala Presiden 2017 yang saat ini masih digelar di Bali. Pemain muda laskar wong kito yakni Zalnando harus absen karena terpilih mengikuti seleksi timnas yang diproyeksikan menghadapi SEA Games tahun ini dibawah asuhan pelatih anyar, Luis Milla.
“Kita memang sudah menerima surat resmi pemanggilan Zalnando untuk mengikuti seleksi timnas sejak beberapa hari lalu. Tentu hal ini kami syukuri dan seperti sebelumnya SFC sangat mendukung program PSSI terkait timnas, tadi pagi (Senin, 20/2-red) Nando telah meninggalkan Bali dan bertolak ke Jakarta,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Senin sore.
Menurutnya, seleksi tersebut akan berlangsung selama 2 hari dan setelah itu alumnus PON Sumsel tersebut akan kembali bergabung dengan tim SFC. “Kemungkinan Nando akan absen selama tim berlatih di Bali dan baru bergabung kembali bersama tim SFC nanti saat di Solo,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Zalnando membenarkan bahwa dirinya sudah meninggalkan Bali untuk bersiap menghadapi seleksi timnas. “Tadi saya berpamitan kepada manajemen, pelatih dan rekan-rekan SFC soal hal ini. Saya sangat senang karena mereka semua mendoakan yang terbaik dan itu jadi pemicu buat saya untuk memberikan yang terbaik nantinya,” ujar pemain eks SFC U21 ini.
Dalam seleksi ini, Nando memang menyebut akan habis-habisa guna merebut posisi inti nantinya. “Ini SEA Games kedua untuk saya, tentu saya ingin lebih baik lagi ketimbang yang pertama. Siapapun pemain pasti ingin bermain untuk negaranya,” ungkap pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini.
Motivasi Nando pun semakin meningkat karena diakuinya adanya perubahan aturan di SEA Games membuatnya peluangnya bermain tinggal di tahun 2017 ini. “Jika tetap memakai U22, saya artinya tinggal sekali lagi. Tetapi jika dikembalikan seperti semula yakni U23 maka saya masih bisa sekali lagi bermain,” ujar pemain yang masih berusia 21 tahun ini.
Terkait persaingan di timnas, Nando juga menegaskan tidak akan mudah menyerah. Pemain yang sempat mengecap ilmu di SAD Uruguay ini memang dikenal punya sifat pantang menyerang dan keteguhan hati. Bahkan ketika ada regulasi kewajiban penggunan pemain U22 serta pembatasan usia di kompetisi Indonesia, Nando menjadi salah satu pemain yang kurang setuju.
“Sebagai pemain muda, tentu saya tidak ingin dianggap bisa bermain karena ada regulasi saja. Kehadiran pemain senior justru meningkatkan motivasi kami agar bisa berlatih bersama dan bersaing sehat memperebutkan posisi inti,” tegasnya. (dedi)

Artikel Terkait