PALEMBANG —  Kalau Jakarta punya Cibubur dan Gelora Bung Karno sebagai tempat untuk rekreasi dan berolahraga pagi, maka Palembang punya Kambang Iwak. Selain itu ada pula Jakabaring Sport City (JSC) bagi masyarakat di Seberang Ulu.

Di Palembang, Kambang Iwak (KI) merupakan tempat favorit bagi yang mau berolahraga pagi sembari rekreasi, tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis.

Kambang Iwak yang berada persis di depan rumah dinas walikota Palembang ini setiap hari selalu ramai dikunjungi, apalagi di hari Minggu. Ada yang ingin joging santai, ikut senam, maupun sekadar jalan pagi sambil menikmati sejuknya udara di sekitar Kambang Iwak.

Di sini juga disediakan jogging track yang mengitari kolam dengan luas permukaan sekitar 750 meter persegi. Tak hanya itu, terdapat pula beberapa fasilitas bersantai, termasuk arena bermain untuk remaja dan anak-anak. Hangatnya matahari pagi, dinaungi pohon-pohon besar di sepanjang jogging track. Sebuah magnet pemikat bagi para pengunjung.

Lokasinya yang berada persis di pusat kota, dengan bangunan rumah-rumah ala Belanda dan dibangun beberapa tempat duduk, menjadikan taman Kambang Iwak sejak dulu hingga kini selalu menjadi tempat yang patut dikunjungi ketika ke Palembang.

Menariknya, di tempat itu, setiap Minggu pagi, persis di depan rumah dinas walikota Palembang selalu diadakan senam sehat bersama Yayasan Jantung Sehat.

Dengan instruktur yang cukup ahli di bidangnya, ikut senam-senam di Kambang Iwak bukan hanya sehat, tapi kamu juga bakal terhibur dengan aksi kocak instruktur yang sesekali memeragakan gerakan aneh.

Jika tidak suka senam, pengunjung dapat joging, atau bermain badminton dengan keluarga di taman Kambang Iwak.

Haus dan lapar? Jangan khawatir, di Kambang Iwak juga tersedia makanan dan minuman yang bisa Anda nikmati. Misalnya Pempek, Mie Ayam, Bubur, Susu kedelei panas, Baso Bakar, Sosis Bakar, Nasi pecel hingga aneka snack lainnya.

Belum lagi deretan pedagang lain yang menjajakan aneka pakaian.

Sekilas tampak meriah, namun kehadiran para pedagang, harus diakui cukup ‘merusak’ pemandangan. Mengingat lokasi mereka berjualan yang acak dan tidak ada yang mengatur.

Inilah yang membedakan kondisi KI dahulu dengan yang sekarang.

Gerak pengunjung pun menjadi terbatasi oleh barang-barang dagangan mereka. Para pedagang serampangan membuka lapak untuk berjualan.

Terlebih lagi nih, parkir motor dan mobil juga memakan area jogging track. Akibatnya, para pedagang menggeser lapak mereka semakin membuat tidak nyaman bagi masyarakat yang menggunakan lintasan lari tersebut.

Duh, sayang banget kan ya? Harusnya, hal ini mendapat perhatian serius dari kita bersama. Kan kasihan tuh para anggota Satpol PP harus terus mengawasi dan menjaga agar para pedagang tidak berkeliaran. Mereka juga sering kewalahan dalam mengaturnya, sehingga kenyamanan pun harus terenggut akibat aktivitas jualan tak teratur tersebut.

Untuk pedagang sebenarnya memang sah-sah saja untuk berjualan. Namanya juga memanfaatkan peluang untuk mencari nafkah. Tapi jika sudah seramai seperti sekarang, posisi KI nampaknya bukan lagi tempat rekreasi olahraga, melainkan pasar pagi nih guys. Jangan sampai deh.

Kita berharap ada terobosan yang unik dalam menyediakan tempat yang layak bagi para pedagang serta tidak menganggu fungsi dari KI itu sendiri sebagai tempat berolahraga bersama. (dil/red)

RelatedPost