Laskarwongkito.com — Apakah kamu pernah dengar istilah Yellow Box Junction (YBJ)? Atau kalau Kotak Kuning Perempatan? Belum tahu juga? Kalo liat foto di bawah, pernah kamu lihat?

koran_sindo_nasional_2016-04-23_daerah_awas_langgar_kotak_kuning_ditilang_1

(Sumber foto: Koran Sindo Nasional)

Nah, kotak kuning bersilang yang ada di perempatan lampu merah inilah yang disebut sebagi Yellow Box Junction. YBJ merupakan sebuah marka lalu lintas berbentuk bujur sangkar ataupun persegi panjang berwarna kuning, yang tergambar di atas aspal.

Mungkin kamu semua pada bingung kan ya, apa itu YBJ dan apapula fungsinya. Sedikit sekali sosialisasi, menjadikan masyarakat tidak banyak yang ngeh dengan istilah tersebut. Padahal, asal kamu tahu, jika kamu terbukti melanggar YBJ ini, bisa-bisa kamu kena denda hingga setengah jeti Bro, alias Rp.500 ribu. Kan sakit, gegara tidak tahu, uang lantas hilang begitu saja.

Nah, biar tambah pintar maksimal, yuk kita sama-sama simak penjelasannya di bawah ini.

ybj

(Sumber foto: smeaker.com)

Yellow Box Junction berfungsi sebagai area steril dari kendaraan, di mana bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas di salah satu jalur. Dengan adanya YBJ ini diharapkan kepadatan arus lalu lintas di persimpangan tidak stuck.

Untuk lebih jelasnya, kita harus paham aturan mainnya dulu. Di perempatan lalu lintas yang tercetak YBJ di atas aspal jalan ini, maka kamu harus ekstra hati-hati.

Meskipun lampu rambu-rambu lalu lintas menunjukkan warna hijau, para pengguna jalan yang belum memasuki area YBJ harus berhenti jika di dalam areal kotak kuning tersebut masih ada kendaraan lain dari arah berlawanan.

Para pengguna jalan baru bisa maju jika kendaraan yang berada di dalam Yellow Box Junction sudah keluar. YBJ sangat berguna di kawasan persimpangan jalan yang padat dan juga di jalan-jalan utama.

151123165811-yellow-box-junction

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Bagi pengguna jalan yang tetap memaksakan kendaraannya memasuki area Yellow Box Junction, sementara di dalam kotak kuning tersebut masih ada kendaraan lain, maka pengendara tersebut telah melanggar aturan lalu lintas dan akan ditilang.

Sebagaimana dijelaskan dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b berisi tentang rambu-rambu lalu lintas dan harus berhenti di belakang garis Stop. Si pelanggar terancam kurungan dua bulan penjara atau denda Rp500 ribu.

Di Palembang sendiri, YBJ beberapa waktu lalu ada terlihat di Simpang Sekip dan Simpang Charitas, namun sekarang sepertinya sudah hilang.

Nah, meskipun sudah tidak ada, pengetahuan tentang YBJ ini penting. Terutama jika kalian pergi ke kota-kota besar lainnya dan terdapat YBJ ini. Keep Safety and always alarmed, Ciao! (dil/red)

RelatedPost