laskarwongkito.com — Gelandang Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo tidak dapat menutupi rasa kesalnya setelah menerima kekalahan dari Mitra Kukar, Minggu (9/10) sore di stadion GOR Aji Imbut Tenggarong. Apalagi gol semata wayang yang dicetak oleh tim lawan dihasilkan melalui titik penalti di menit 55 babak kedua.

“Tadi kita protes karena setelah Teja berhasil menepis tendangan Marlon, bola dikuasi dan hendak dibuang oleh Supardi, namun ada dorongan dari Marlon sehingga bola masuk ke gawang,” jelasnya usai pertandingan.

Menurutnya, setiap melakoni laga away SFC pun kerap mendapat kejadian seperti ini. “Di Bali kami juga mendapat hadiah penalti yang tidak selayaknya kami terima, kemudian juga di Banjarmasin. Saya kecewa karena kami banyak hilang poin melalui proses seperti ini,” ungkap pemain asal Korea Selatan ini.

Pelatih SFC, Widodo C Putro menyebut bahwa hadiah penalti tersebut memang layak diterima oleh anak asuhnya. “Soal penalti itu, memang tidak ada keraguan karena memang ada handsball oleh pemain kami. Namun mengenai protes pemain, saya tidak terlalu tahu karena jaraknya cukup jauh,” ungkapnya.

Namun dirinya menyayangkan keputusan wasit Jumadi Effendi yang memimpin pertandingan karena tidak tegas saat kejadian berlangsung. “Dia wasit tengah yang lebih dekat dengan kejadian, mengapa justru harus bertanya dengan asistennya yang jaraknya lebih jauh. Semua pelaku sepakbola Indonesia harus meningkatkan mutu kompetisi ini karena semua akan bermuara untuk timnas Indonesia nantinya,” tambahnya. (dedi)

RelatedPost