PALEMBANG — Derby Sumatera yang mempertemukan Semen Padang melawan Sriwijaya FC, Senin (17/4) malam di stadion H Agus Salim Padang menyisakan cerita. Laga perdana bagi kedua tim di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ini seperti biasa selalu berlangsung keras dan panas selama 90 menit.

Benturan antar pemain tidak terelakkan sehingga wasit Yudi Nur Cahya sering meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran. Sebanyak 4 kartu kuning juga harus dikeluarkan dari kantongnya, 2 diantaranya dihadiahkan bagi 2 punggawa laskar wong kito, Firdaus Ramadhan dan Yu Hyun Koo.

IMG_5981

(sumber foto: laskarwongkito.com)

Nama terakhir yang juga menjabat kapten SFC sendiri bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan dan harus ditarik keluar lapangan. Pemain asal Korsel ini mengalami cedera dan digantikan oleh Hapit Ibrahim.

Sat laga berakhir, Yu sendiri berjalan tertatih-tatih menuju ruang dan ganti. “Tadi memang ada 2 kali benturan keras dengan Vendry Mofu, sempat saya paksakan ingin terus bermain namun rasanya sakit sekali,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (18/4) sore.

Saat diperiksa, ada sedikit memar di bagian engkelnya dan membuatnya mesti beristirahat terlebih dulu. “Kalau saya merasa ini tidak terlalu bahaya, tetapi mungkin tetap harus beristirahat 1-2 hari dulu,” jelasnya.

Diakuinya, tensi pertandingan antara kedua tim memang sangat tinggi. “Pemain Semen Padang sangat cepat, mereka selalu berlari sepanjang waktu dan itu menguras tenaga. Selain itu, Derby Sumatera juga sarat gengsi, kami tidak ingin kalah satu sama lain sehingga sama-sama berjuang untuk masing-masing tim,” tambahnya.

Meskipun mendapat beberapa kali benturan, namun Yu sendiri menyatakan tidak memiliki dendam atau masalah dengan seluruh pemain Semen Padang. “Di dalam lapangan benturan itu biasa, tadi usai pertandingan saya pun sudah bertemu dengan Mofu. Kami saling bercakap dan saling memaafkan, mereka sudah seperti keluarga buat saya,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait