Meski pernah berseragam Sriwijaya FC di turnamen Piala Presiden lalu, namun Yu Hyun Koo menyebut dirinya tetap memerlukan adaptasi kembali bersama laskar wong kito. Masuknya banyak pemain baru diakui pemain asal Korea Selatan ini sebagai salah satu penyebab mengapa dirinya kini perlu beradaptasi lagi dengan skema yang dikembangkan oleh pelatih Beny Dollo.

“Yang pasti cukup berbeda SFC saat di Piala Presiden dengan yang sekarang. Masuknya pemain seperti Firman Utina, Achmad Jufrianto, Ridwan atau Bayu Gatra tentu membuat strategi pelatih juga tidak sama, saat ini saya masih dalam proses adaptasi dan semakin hari pengertian diantara pemain terus membaik,” ungkap eks pemain Pohang Steelers, klub elit Korsel ini saat dihubungi Kamis (4/2) sore.

Dalam beberapa kali uji coba internal, Yu Hyun Koo sendiri dipasangkan dengan Firman Utina dan Asri Akbar di lini tengah SFC. “DI SFC, saya punya peran yang berbeda bila dibandingkan dengan saat masih di Semen Padang, disana pelatih Nil Maizar meminta saya untuk lebih fokus bertahan dan tidak terlalu agresif membantu penyerangan,” jelasnya.

Sementara di SFC sendiri, Yu mengaku kerap diberikan kesempatan untuk membantu serangan dan sesekali maju hingga kotak penalti lawan. “Saya juga harus rajin berkomunikasi dengan Firman Utina dan Asri Akbar, karena bahaya jika kami semua bersamaan membantu serangan dan mengabaikan pertahanan. Namun sejauh ini tidak ada masalah, cuma memang perlu uji coba lebih banyak untuk mematangkan skema,” ujar ayah dari 1 putri ini.

Menurutnya, meski melakoni peran sebagai gelandang bertahan yang kerap diidentikan sebagai pekerja keras di lapangan hijau, dirinya juga tetap siap membantu tim mencetak gol bila mendapat kesempatan. “Di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu, saya 2 kali bikin gol dari proses yang sama yakni tendangan jarak jauh, saya memang suka seperti itu dan selalu melatihnya di sesi latihan,” tambahnya.

Namun YU Hyun Koo sendiri mengaku bahwa saat ini dirinya sudah kapok menjadi algojo tendangan penalti dan akan menolak bila ditunjuk menjadi eksekutor penalti. “Di PJS kemarin juga saya pernah gagal bikin gol dari penalti, jadi saat semifinal kemarin saya bilang ke pelatih tidak mau ambil. Mungkin belum keberuntungan saya dari penalti,” pungkasnya sembari tertawa.

 

Artikel Terkait