PALEMBANG —  Pesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur di provinsi Sumatera Selatan benar-benar menarik perhatian mata dunia, terutama pembangunan di bidang transportasi, jembatan dan jalan, tentu saja hal ini berkat dukungan semua pihak.

Tidak terkecuali peran dari pengawas jalan dan jembatan, untuk itu diharapkan provinsi Sumsel memiliki pengawas jalan dan jembatan yang profesional, berkreativitas dan berinovasi.
“Jasa konstruksi itu sedang digiatkan oleh pemprov Sumsel seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur yang ada,” jelas Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Yohanes Thoruan usai pembukaan kegiatan Pembukaan pelatihan kepala pengawas jalan dan jembatan di Gedung KPA Universitas Sriwijaya, Senin (14/11).
Untuk itu, Yohanes mengharapkan, jasa pengawas bukan hanya sekedar pelatihan saja tetapi juga benar-benar dimanfaatkan untuk menjadi pengawas  yang profesional, berkreativitas dan berinovasi. Apalagi, saat ini masyarakat Sumsel tengah mengahadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang harus mampu bersaing secara global dari segala bidang.
Ditambahkannya, meskipun belum ada aturan jelas yang memfasilitasi dan melandasi bagaimana kriteria pembangunan  jalan dan jembatan, namun pengawas jalan dan jembatan harus benar-benar mengawasi secara efesien dan efektif.
“Contohnya saja, setiap pembangunan jalan aspal yang berlubang pasti hanya di timbun saja , sehingga badan jalan semakin tinggi dan mencapai trotoar, tentu  trotoar harus dibangun lagi dan menambah biaya, seharusnya itu sebelum ditimbun harus dikerok dulu baru diperbaiki kembali. Disinilah peran pengawas pembangunan jalan dan jembatan diperlukan,” urainya.
 
Untuk itu, agar terbentuknya aturan hukum yang jelas, perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkannya. “Pemprov Sumsel terus beruapaya untuk membentuk  landasan hukumnya, dan saya harapkan dukungan dari semua pihak terutama anak-anak muda yang baru fresh graduate untuk menyuarakan ini,” singkatnya. (Juniara)

RelatedPost