Sosok Yogi Novrian diprediksi akan menjadi salah satu tokoh sentral bagi skuad tim Pra PON Sumsel yang kini tengah bersiap menghadapi babak kualifikasi pesta olahraga terbesar di tanah air tersebut pada bulan November mendatang. Pemain kelahiran MUBA tersebut diharapkan mampu menjadi tumpuan sektor penyerangan tim asuhan Rudy William Keltjes ini.

Kemampuannya yang dapat bermain di segala posisi pada lini depan diakui menjadi salah satu keunggulan pemain alumnus Sekayu Youth Socccer Academy (SYSA) ini. “Posisi alaminya memang di winger, tapi dirinya dapat bermain kedua sisi lapangan karena baik kanan maupun kirinya sama hidupnya dan hal itu sangat jarang dimiliki oleh pesepakbola profesional,” puji Rudy Keltjes saat ditemui usai latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (29/7) sore.

Selain itu, kualitas driblling Yogi menurut Rudy menjadi poin positif lainnya. “Tidak hanya dribble, Yogi juga sangat cepat menusuk ke pertahanan lawan. Untuk pemain seusianya, saya pikir dirinya sangat berbakat dan salah satu talenta yang punya masa depan cerah,” ungkap pelatih yang juga eks pemain timnas ini.

Namun meskipun begitu, bukan berarti Yogi tidak punya kelemahan. “Saat bermain, Yogi cenderung diam dan kurang berkomunikasi dengan rekannya. Padahal jika dia dalam posisi yang bagus untuk mencetak gol, tidak masalah jika bersuara meminta bola. Tapi secara umum, saya berharap kedepan Yogi dapat dipertahankan dan klub seperti SFC harus mengambilnya karena karena memang sudah layak bermain di level Indonesian Super League (ISL),” harapnya.

Sementara itu, Yogi Novrian sendiri berambisi untuk dapat membawa Sumsel untuk lolos ke PON setelah terakhir kali diraih saat menjadi tuan rumah pada tahun 2004 lalu. Namun meskipun demikian, sedikit asa kegagaluan sempat menghinggapi pemain yang musim ini juga pernah mendapat panggilan mengikuti seleksi timnas U23 ini.

Pasalnya, Persela Lamongan klubnya musim ini belakangan mulai menghubungi kembali guna mengajaknya bergabung bersiap menghadapi turnamen Piala Indonesia Satu. “Status kami memang sudah dibubarkan dan kontrak telah selesai, namun memang sekarang pelatih mulai menghubungi lagi. Tapi soal ini akan saya pikirkan bersama dengan manajemen tim PON Sumsel, termasuk juga keluarga. Cuma fokus saya sekarang adalah bekerja keras berlatih dengan pemain lainnya dibawah asuhan Opa Rudy Keltjes,” pungkasnya.

Artikel Terkait