PALEMBANG — Adanya insiden patah hidung yang dialami oleh Yanto Basna saat laga Sriwijaya FC melawan Arema FC, Minggu (26/2) malam di stadion Manahan Solo mendapat kecaman dari manajemen laskar wong kito. Pasalnya kejadian berbahaya di babak pertama ini tidak mendapatkan perhatian dari wasit Abdul Rahman Salasa yang memimpin laga ini.
“Ini bukan soal hasil akhir, namun harusnya ada perlindungan terhadap pemain. Saat kejadian tersebut, tidak ada peringatan atau kartu dari wasit dan itu sangat kami sesalkan,” ungkapn sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Minggu (26/2) malam. Apalagi luka yang dialami Yanto cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif usai pertandingan.
Setelah laga berakhir, Yanto memang dibawa ke RS PKU Solo dan dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat. “Kita cek rontgen untuk mengetahui secara pasti dan hasilnya memang ada patah di bagian hidungnya,” jelasnya.
Diakuinya, kejadian seperti ini tentu harus mendapat perhatian serius dari penyelenggara dan PSSI.
“Bagaimanapun Yanto adalah anak bangsa yang punya bakat, sangat disayangkan jika ada kejadian seperti tadi. Wasit harus lebih memproteksi pemain di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Yanto mengaku dirinya memang memaksakan diri untuk terus bermain di laga tersebut walau harus dengan penuh perjuangan. “Sebagai pemain muda, tentu saya sangat ingin bermain di laga penting seperti tadi. Namun memang darah mengucur sangat deras sehingga saya harus mendapat perawatan, saat tahu ada yang patah saya meminta agar diluruskan kembali dulu supaya bisa kembali bermain,” jelasnya.
Kedepan, Yanto pun berharap pihak yang berkepentingan dapat memperhatikan kejadian seperti ini. “Siapapun pengurusnya jika kualitas wasit masih sama tentu tidak akan ada perubahan, tetapi saya ucapkan selamat kepada Arema yang telah memenangkan pertandingan,” tambahnya. (dedi)

Artikel Terkait