PALEMBANG — Ya Allah Alangke Belagaknyo, Malaikat Datang. Artis itu yo?, ganteng nian. Siapo itu? Turis apo?, Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari penjual dan pembeli di Pasar 26 Ilir Palembang.

Kondisi pasar yang sudah ramai karena banyak masyarakat yang membeli kebutuhan bahan pokok menjelang H-1 puasa, semakin riuh karena kedatangan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) M. Akbar Alfaro bersama pengurus yang lain untuk memantau harga bahan pokok di pasaran.

(sumber foto: Laskarwongkito.com)

“Kito hari ini mengadakan pantauan di Puasa 26 Ilir untuk mengecek harga bahan pokok, karena menurut isu-isu yang beredar ada kenaikan harga. Tapi setelah kita lihat cuma harga bawang dan cabai rawit yang naik sekitar Rp 2000 hingga Rp 4000, kalau cabai merah turun,” kata Gerry sapaan akrabnya, usai memantau harga bahan pokok di Pasar 26 Ilir, Jumat (26/05).

Menurutnya, dari hasil pantauan dilapangan untuk keseluruhan harga bahan pokok cukup stabil dan tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan. Meskipun masih ada tanggapan beragam dari masyarakat.

“Hasil pantauan tadi, semua harga kita tulis dan juga keluhan masyarakat. Nanti hasilnya akan kita sampaikan dengan Dinas terkait seperti Dinas Perdagangan. Karena salah satu tugas HIPMI memantau harga bahan pangan dipasaran,” ungkapnya.

Selain mengadakan pantauan harga dipasaran, Alfaro mengatakan pihaknya juga berencana akan menggandeng Dinas Perdagangan untuk mengadakan bazar sembako murah.

“Tapi belum mendapat konfirmasi, namun terlepas dari hal tersebut kita juga mengusahakan HIPMI agar bisa berkontribusi dengan memberikan subsidi dengan bahan pokok,” kata dia.

Menjelang lebaran, sambungnya Insya Allah HIPMI akan melakukan pantauan kembali, namun sebelum itu, pihaknya akan melihat harga-harga dari pemerintah.

“Insya Allah kita lakukan pantauan kembali, tapi kita lihat isu-isu dan harga dari pemerintah. Karena ini memang tugas HIPMI,” singkatnya. (Juniara)

Artikel Terkait