PALEMBANG — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Terpadu Mineral dan Batubara (Minerba) di Provinsi Sumatera Selatan.

Binwas yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Minerba bersama anggota Komisi VII DPR RI ini merupakan Binwas yang kedua setelah sebelumnya dilaksankan di Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini dilakukan terhadap seluruh pelaku usaha pertambangan minerba bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perusahaan Pemegang Izin Usaha Pertambangan, dan pihak terkait lainnya di Provinsi Sumsel.

Plt Sekretaris Daerah provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa usai membuka kegiatan Binwas Terpadu Minerba, Selasa (04/04) berharap dengan digelarnya kegiatan tersebut dapat mengarahkan pengelolaan pertambangan di Sumsel agar lebih baik lagi dan mengajak semua pihak agar bersinergi dalam melakukan praktek pertambangan yang berkualitas.

“Di Sumsel yang tidak ada aktivitas pertambangan hanya kota Palembang dan Lubuk Linggau. Artinya ada 15 kabupaten kota yang ada aktivitas pertambangan, Jadi jika pertambangan tidak dikelola secara maksimal maka akan merugikan negara, kita tidak mau itu terjadi,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pengusahaan Pembinaan Batubara, Agung Pribadi di sela kegiatan Binwas, Selasa (04/04) mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut meliputi rekapitulasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan pendataan jumlah produksi dan penjualan domestik batubara di Sumatera Selatan.

“Berdasarkan rekapitulasi IUP hingga bulan Maret 2017, di Provinsi Sumatera Selatan terdapat 140 perusahaan yang berstatus Clear And Clean (CnC), dan 1 perusahaan Non CnC”, ujar Agung.

Sementara untuk produksi batubara, lanjut Agung, pada tahun 2016 sebesar 27.564.181 Metrik Ton (MTon). “Catatan kami, produksi batubara di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 adalah sebesar 27.564.181 Mton. Mayoritas batubara dari Sumatera Selatan yaitu sebesar 17.508.541 Mton atau 64% dijual di dalam negeri”, jelasnya.

Agung juga menyampaikan laporan surveyor mengenai Penjualan Mineral Periode 2015-2016. Untuk penjualan mineral emas dan perak tahun 2016 ditujukan ke Australia. Secara keseluruhan, volume penjualan mineral Sumatera Selatan tahun 2016 meningkat 3,7 persen dibanding tahun 2015.

“Jika pada 2015 volume penjualan mineral berjumlah 1.025 ton, maka di tahun 2016 volume penjualannya meningkat menjadi 1.065 ton”, kata Agung.

Dengan adanya Binwas kedua ini, maka pelaksanaan Binwas Terpadu sektor minerba masih menyisakan 18 provinsi yakni provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua, Maluku, Sumatera Utara, Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur/Kalimantan Utara. (juniara)

Artikel Terkait