PALEMBANG — Kepala Badan Lingkungan Hidup provinsi Sumatera Selatan, Lukitariati mengatakan, setiap harinya provinsi Sumsel menghasilkan sampah sebanyak 4000 ton, yang didominasi oleh sampah domestik atau sampah rumah tangga.

“Setiap hari satu orang menghasilkan setengah kilo sampah dan jumlah penduduk di Sumsel mencapai 8 juta orang, artinya 4000 ton sampah yang kita hasilkan perhari,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Luki, persoalan sampah juga menjadi prioritas bagi pemerintah provinsi Sumsel. Selain dengan sosialisasi pada masyarakat mengenai bagaimana cara mengurangi sampah setiap harinya, sampah juga bisa dimanfaatkan dengan cara didaur ulang untuk sampah anorganik atau dibuat kompos untuk sampah organik.

“Sampah yang timbul sebenarnya bisa digunakan kembali dalam bentuk yang lain, dikelola menjadi kompos atau sampah plastik yang berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar,” jelasnya, disela kegiatan seminar sehari gerakan tiga jari kelola sampah, di hotel Aryaduta, Kamis (24/11).

Ditambahkannya, Sampah anorganik berupa plastik bekas bisa diolah kembali menjadi bahan baku pembuat plastik. Namun, tentu hal ini memerlukan kerjasama dan dukungan semua pihak.

Tetapi, dikatakan Luki, yang menjadi kendala saat ini, sampah di Sumsel, khususnya di Palembang banyak yang tidak terpilah. Sehingga lumayan sulit untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

“Juga kesadaran dari masyarakat untuk mengkompos sampah masih minim,” kata dia lagi.

Apalagi, saat ini Sumsel tengah sibuk memoles dan mempercantik diri untuk menyambut event internasional Asian Games 2018. “Jadi mari sama-sama kita memikirkan dan berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sampah dan bagaimana cara mengurangi penghasilan sampah setiap harinya,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost