PALEMBANG- Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mengimbau seluruh sekolah untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) dalam penerimaan siswa baru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, saat ditemui usai menghadiri kegiatan halal bihalal di Griya Agung, Senin (11/7).
Agar tidak terjadinya pungli, landasannya pada aturan pembuatan anggaran sekolah, “Untuk itu anggaran yang dibuat harus dimanage dengan baik karena itu menjadi dasar untuk mengambil sumber-sumber pendanaan dari publik,” ungkapnya.
Widodo mengatakan, dalam pembuatan anggaran seluruh sekolah harus berpedoman kepada aturan yang ada, “Kita ada peraturan daerah, peraturan bupati, dan peraturan menteri,” ujar Kepala Disdik Sumsel.
“Pungutan yang dilakukan sekolah boleh saja karena memang sekolah membutuhkan biaya, tetapi tetap sesuai aturan. Kalau sudah melebihi aturan yang ada berarti pungli.”
Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah memberikan jaminan agar anak-anak bangsa khususnya di Sumsel tetap bersekolah, “Saya juga berharap pejabat untuk menjaga agar anak-anak bisa bersekolah,” ungkap Widodo.
Menurutnya, persyaratan lainnya seperti umur hanya merupakan atribut, “kalau hal lain itu hanya atribut, karena yang utama anak-anak dapat bersekolah, pendidikan merupakan masa depan Sumsel, generasi yang akan membangun Sumsel menjadi lebih baik,” tukasnya. (juniara).

RelatedPost