PALEMBANG — Informasi terbaru yang datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Kantor Malang Post (Jawa Pos Group), Minggu (4/9), yang menyatakan gagasannya untuk menjadikan hari Sabtu dan Minggu libur sekolah nasional.

Wacana tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai belah pihak. Salah satunya Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan, Widodo. Menurutnya, wacana tersebut cukup ideal bagi sekolah-sekolah perkotaan, dimana orang tua siswa bekerja sehari penuh shg tidak bisa mengawasi putra-putrinya sepulang sekolah.

“Jarak sekolah dengan rumah siswa relatif dekat, sarana dan prasarana ekskul memadai,” ungkapnya.

Namun, lanjut Widodo, wacana kebijakan libur Sabtu Minggu dari Menteri Pendidikan tentu akan berbeda dengan sekolah-sekolah di pelosok dimana orang tua mereka banyak waktu untuk bersama anak-anak. “Jarak rumah dan sekolah juga jauh dan rawan, serta aktivitas ekskul belum didukung sarana dan prasarana memadai,” katanya kepada awak media, Rabu (09/11).

Oleh karena itu, Widodo menambahkan, kebijakan full day school masih harus disiapkan terlebih dulu secara baik dan provinsi Sumsel akan terus berupaya agar sekolah, khususnya di perkotaan yang sudah siap dipersilahkan jalankan kebijakan tersebut.

“Sedangkan sekolah yang belum siap kita dukung dalam waktu yang tidak terlalu lama juga ikut bergabung dan menjalankan kebijakan itu,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Muhadjir beralasan, libur hari Sabtu dan Minggu dapat memberi kesempatan kepada siswa yang ingin menikmati waktu berkumpul bersama keluarga. Sekaligus juga bisa menjadi ajang siswa mengembangkan bakat minat mereka dengan bergabung dalam organisasi. Wacana terkait libur hari Sabtu dan Minggu, merupakan bagian dari rencana penerapan sekolah dengan pendidikan karakter. kata Menteri Muhadjir.

Mantan rektor UMM itu juga menjelaskan, materi akan dimanfaatkan di hari Senin sampai Jumat, sehingga Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya. Bahkan juga bisa digunakan untuk refreshing keluarga, dengan memanfaatkan libur dua hari.

Karena dikatakan Muhadjir, pendidikan karakter tidak membuat siswa belajar seharian. Ada jam untuk melaksanakan kegiatan menyenangkan, seperti pengembangan minat dan bakat, mengaji atau membaca buku fiksi, karena aktivitas menyenangkan itu tergantung dari konsep yang digagas masing-masing sekolah.(juniara)

RelatedPost