PALEMBANG — Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro mengaku cukup senang dengan pencapaian laskar wong kito di awal putaran kedua kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Bukan hanya karena SFC mampu mengamankan poin penuh di 2 laga kandang, namun juga rotasi yang diterapkannya mampu membuahkan hasil positif.

Seperti saat melawan Persiba Balikapan dan Persib Bandung, beberapa pemain yang sebelumnya jarang bermain sejak menit awal mampu memberi sentuhan berbeda dan berperan dalam kemengan yang diraih pihaknya. Salah satunya adalah Rizky Dwi Ramadhana yang sukses menyumbangkan 2 assist di 2 laga ini.

Kemudian juga TA Musafry yang muncul sebagai pahlawan dan mencetak 2 gol penting saat SFC menaklukkan Persib Bandung (10/9) dengan skor telak 3-0. Menanggapi hal ini, WCP mengaku tidak terlalu setuju bila disebut bahwa 2 pemain yang disebut tersebut merupakan pemain pelapis dan menegaskan bahwa tidak ada pemain cadangan di skuad SFC saat ini.

“Semua pemain saya dilatih dengan porsi yang sama, tidak ada yang dibeda-bedakan dan materinya pun sama. Jadi tidak ada istilah pemain cadangan, saya pun harus memberikan kesempatan bermain yang sama, sesuai dengan strategi yang kita siapkan dan lawan yang akan dihadapi. Perlu diketahui juga, mungkin SFC adalah satu-satunya yang sudah memainkan seluruh pemainnya sejauh ini di kompetisi TSC 2016,” ungkap eks pelatih timnas ini saat dihubungi  Senin (10/9) sore.

Dirinya mencontohkan peran Firman Utina yang belakangan ini sangat sentral di dalam timnya. “Sebelumnya Firman memang saya proteksi agar tidak cedera terlalu parah karena perjalanan kompetisi masih panjang, jika dalam kondisi terbaiknya maka semua bisa melihat kualitas permainannya yang sesungguhnya. Assistnya dalam proses gol ketiga SFC sewaktu melawan Persib Bandung merupakan bentuk kejeniusannya dalam melihat celah di pertahanan lawan,” bebernya.

Begitu pun Achmad Jufrianto yang juga memberikan umpan matang saat Alberto Goncalves mencetak gol SFC di laga yang sama. Dan tentu saja bagaimana perjudiannya dengan memasang TA Musafhry akhirnya berbuah manis. “Sebagai pelatih, saya sedikit heran karena banyak yang pesimis dengan peluang SFC saat melawan Persib karena Hilton Moreira harus absen, padahal tim ini tidak boleh hanya bergantung dengan 1 pemain saja dan Musafry sudah menunjukkan bagaimana sepakbola yang sesungguhnya,” tambahnya.

Kedepan, pihaknya mengaku akan terus menerapkan kebijakan ini dan hanya pemain dengan kondisi terbaik yang akan dimainkan saat pertandingan. “Mereka harus menujukkan yang terbaik saat latihan, saya pun tidak mau memaksakan pemain yang belum siap. Saya cukup senang karena sejauh ini persaingan yang sehat dalam memperebutkan posisi di dalam tim masih berlangsung dengan baik. Pemain yang tidak masuk dalam line up tetap mendukung tim dan mensupport satu-sama lainnya,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost