BALI — Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro mengaku laga melawan Pusamania Borneo FC, Sabtu (27/8) di stadion Segiri Samarinda akan berlangsung menarik dan menjadi partai yang sulit untuk pihaknya. Pasalnya, sang lawan kini tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi usai mengalahkan tim kuat Arema Cronus (20/8) lalu di laga away sekaligus mengakhiri rekor kandang Singo Edan yang sebelumnya tidak pernah terkalahkan di stadion Kanjuruhan Malang.

“PBFC sudah menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Arema di Malang dan itu sebuah pencapaian yang sangat bagus. Jadi kami mesti benar-benar fokus dan menyiapkan strategi yang tepat bila ingin memenuhi target mencuri poin di Samarinda nanti,” jelas eks asisten pelatih timnas ini saat dihubungi Rabu (24/8) sore.

Menurutnya, PBFC dihuni deretan pemain yang berkualitas dan terdiri dari gabungan pemain senior berpengalaman serta young guns berbakat. “Ada sosok Ponaryo, Zulkiifli dan pemain berpengalaman lain di PBFC yang banyak membantu pemain lainnya di lapangan. Dan itu sama seperti SFC saat ini, pertandingan ini akan berjalan seru dan saya harap bisa pulang ke Palembang dengan poin nantinya,” tekadnya.

WCP menganggap motivasi yang tinggi akan menjadi faktor kunci bagi anak asuhnya bila ingin mencuri poin di kandang PBFC yang terkenal angker selama ini. “Saya pribadi tidak percaya rekor pertemuan atau catatan kedua klub sebelumnya. Karena apa yang sudah terjadi dulu tentu sangat berbeda dengan kondisi saat ini, jadi meski dulu SFC pernah kalah disana namun bila pemain punya motivasi tinggi yang melebihi tuan rumah serta diringi kerja keras, maka apapun bisa terjadi,” tambahnya.

Dirinya pun enggan berkomentar mengenai catatan PBFC yang sebelumnya sempat beberapa kali tertahan di kandang sendiri selama pelaksanaan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. “Mereka pernah imbang 2 kali dan sekali kalah, posisi SFC pun lebih baik di klasemens sementara. Tapi itu semua bukan jaminan, saya pribadi tidak percaya hal seperti itu. Yang jelas PBFC belakangan sangat meningkat permainannya dan selama 90 menit pemain SFC harus fokus, tidak boleh kehilangan konsentrasi,” ungkap pelatih asal Cilacap ini.

Kedua tim sendiri pernah bertemu di tahun 2016 ini, yang pertama di babak semifinal Piala Gubernur Kaltim dan saat itu SFC harus menyerah melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di 45 menit. Sedangkan pertemuan kedua terjadi di putaran grup A turnamen Piala Bhayangkara, Jumat (20/3) dan saat itu SFC mampu membalas kekalahan dengan mencetak kemenangan 3-1 melalui gol yang diciptakan oleh Hilton Moreira, Alberto Goncalves serta Bayu Gatra yang kini membela Madura United. (dedi)

Artikel Terkait