Keberhasilan Sriwijaya FC mencuri poin di kandang Persib Bandung pada laga perdana kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016, Sabtu (30/4) kemarin dinilai banyak pihak berkat kejelian taktik Widodo C Putro. Pelatih anyar laskar wong kito tersebut mampu meredam agretifitas Maung Bandung dan nyaris membuat catatan impresif yakni kemenangan pada laga debutnya tersebut.

Namun eks asisten pelatih timnas senior Indonesia memilih merendah dan mengatakan bahwa kerja keras pemain di lapangan yang menentukan hasil akhir pertandingan tersebut. “Ini juga berkat dukungan semua elemen, mulai dari manajemen, offisial dan doa dari seluruh masyarakat Sumatera Selatan,” ungkap Widodo saat dihubungi Senin (2/5) sore.

Bahkan secara khusus Widodo mengaku harus memberikan ucapan terima kasih secara khusus kepada eks pelatih SFC sebelumnya yakni Beny Dollo. “Saya banyak terbantu karena kerangka tim SFC sudah terbentuk dan saya tinggal meneruskan apa yang sudah dilakukan om Beny sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya tidak terlalu mengalami kendala berarti saat menangani SFC saat ini berkat andil sosok pelatih senior yang sangat dihormatinya tersebut. “Saya hanya punya waktu kurang lebih sebulan untuk memoles SFC, jika harus memulai dari awal tentu itu sebuah tugas yang sangat sulit. Namun om Beny sudah meletakkan pondasi dan pola bermain yang sudah dipahami dengan baik oleh seluruh pemain,” tambahnya.

Pemain yang melejit namanya berkat tendangan volinya di Piala Asia 1996 ini juga menyebut bahwa dirinya sangat termotivasi untuk menyamai catatan manis di karier kepelatihan Bendol. “Tentu ada beban karena saya menggantikan om Beny di SFC, bahkan boleh dibilang secara umum grafik tim ini sangat meningkat di 2 turnamen terakhir dengan menjadi tim paling produktif. Tapi saya anggap ini tantangan dan sejauh ini seluruh elemen mau bekerja keras serta bekerjasama sehingga semua terasa mudah,” ujar WCP.

 

Artikel Terkait