PALEMBANG — Suasana sesi latihan Sriwijaya FC yang digelar Selasa (4/10) pagi di stadion Gelora Sriwijaya FC terlihat berbeda bila dibanding biasa. Durasi latihan yang biasanya hanya digelar 60-90 menit pun berlangsung lebih lama.

Pelatih laskar wong kito Widodo C Putro menyebut bahwa di awal sesi latihan pihaknya memang melakukan evaluasi secara mendalam terkait laga terakhir melawan Bhayangkara FC, Minggu (2/10) lalu yang berujung kekalahan telak 0-4 bagi anak asuhnya.

“Jadi setelah pemanasan, kita memang berbicara kepada pemain mengenai hasil evaluasi laga terakhir. Sektor pertahanan kita perkuat agar gol-gol yang kemarin tercipta ke gawang SFC tidak terulang lagi kedepannya, jadi sebenarnya tidak ada yang istimewa. Namun mungkin karena baru saja kalah jadi pihak lain menganggapnya begitu,” jelas eks asisten pelatih timnas ini saat ditemui usai latihan.

Namun usai latihan, dirinya membenarkan bahwa pihaknya bersama seluruh pemain mengadakan sesi sharing antar anggota tim. “Kita lihat positifnya bagaimana semangat para pemain untuk bangkit, tidak ada yang perlu disalahkan karena baik menang ataupun kalah merupakan hasil kerja seluruh tim. Kapten tim dan pemain senior seperti Beto membakar semangat yang lain agar segera melupakan hasil kemarin dan fokus ke laga berikutnya,” ungkap WCP.

Dirinya pun memuji para pemain senior SFC yang dianggapnya mampu menjadi leader di dalam tim dan membimbing para juniornya, terutama 6 pemain eks PON Sumsel yang baru saja bergabung. “Kita lihat tadi bagaimana mereka menyambut baik kehadiran para pemain muda tersebut, memompa semangat dan menunjukkan bagaimana profesionalisme saat latihan,” tambahnya.

WCP pun menyebut bahwa dirinya masih perlu waktu untuk menilai 6 pemain muda tersebut dan berharap kesemuanya bisa lekas beradaptasi ke dalam tim SFC. “Mereka tidak boleh canggung dan mengikuti kekompakan yang sudah terjalin selama ini di tim SFC. Soal peluang mereka menembus tim inti, itu tergantung ke mereka sendiri dan saya tidak akan membeda-bedakan nantinya, semuanya saya lihat di hasil latihan sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Andes Adinata yang mewakili rekan-rekannya sesama eks PON Sumsel mengaku sangat bangga bisa mendapat kesempatan bergabung dengan tim senior SFC. “Tentu bangga karena semua pemain muda pasti memimpikan bermain untuk tim besar seperti SFC, kami sudah berjuang keras saat PON kemarin dan mungkin inilah hasilnya. Tetapi tantangan disini jauh lebih berat, tadi pas pertama latihan juga agak canggung karena rata-rata semuanya sudah punya nama besar di sepakbola Indonesia. Tapi pelatih dan pemain senior lain sangat baik, mereka memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik saat latihan agar bisa nantinya masuk ke dalam tim inti,” ungkap kapten PON Sumsel yang juga alumnus SFC U21 ini. (dedi)

RelatedPost