PALEMBANG — Banyaknya pertandingan di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016  yang dimainkan larut malam mendapat perhatiand dari pelatih Sriwijaya FC , Widodo C Putro dan pelatih Semen Padang, Nil Maizar. SFC dan Semen Padang sendiri akan bertemu di pekan 27 TSC 2016, Jumat (4/11) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dan kick off akan dimulai pukul 21.30 WIB.

“Kalau boleh memilih, tentu kami inginnya bermain di waktu yang normal. Karena di ilmu keolahragaan pukul 21.30 itu adalah waktu untuk orang beristirahat. Tentu hal ini harus menjadi masukan dan semoga di kompetisi yang akan datang dapat menjadi pertimbangan khusus agar tidak tidak terulang lagi,” ungkap eks asisten pelatih timnas ini.

Menurutnya, sebuah kompetisi yang berkualitas akan berdampak pada peningkatan prestasi timnas nantinya. “Jadi jika kita mengejar prestasi, maka bukan bermain di jam seperti itu. Apalagi sebuah klub juga akan sangat bergantung pada pemasukan tiket dari penonton, jika digelar larut malam maka pelajar dan mahasiswa pasti tidak akan diizinkan hadir oleh orang tuanya karena besoknya masih harus masuk sekolah,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh arsitek Kabau Sirah, Nil Maizar yang menyebut kick off pada pukul 21.30 WIB akan berpengaruh pada pada kesehatan anak asuhnya. “Kami dari manajemen Semen Padang juga sudah bertanya kepada dokter yang mengerti hal ini dan menurut mereka memang kick off larut malam tidak bagus untuk kesehatan pemain,” jelas eks arsitek timnas Indonesia ini.

Jika dimainkan pukul 21.30 WIB, maka para pemain diperkirakan baru akan bisa tidur pada pukul 2 dini hari. “Jadwal tidurnya terganggu, karena pertandingan baru selesai pukul 22.30, belum lagi persiapan untuk pulang dan tiba di hotel sekitar sejam sesudahnya. Namun karena ini sudah diputuskan tentu harus  dijalankan, cuma kedepan kalau bisa tidak dibikin lagi yang seperti ini,” harapnya. (dedi)

RelatedPost