laskarwongkito.com — Kekecewaan sangat terlihat di wajah pemain Sriwijaya FC usai wasit Iwan Sukoco meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan antara SFC melawan PSM Makassar, Senin (17/10) sore di stadion Andi Mattalatta Makassar. Laga ini sendiri akhirnya dimenangkan oleh tim tamu dengan skor tipis 2-1 setelah Ferdinan Sinaga mencetak gol kemenangan di injury time babak kedua.

Gol ini sendiri langsung mendapat protes keras dari pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro dan menganggap wasit telah keliru dalam mengambil keputusan. “Kejadiannya sangat dekat dengan asisten wasit, yang anehnya Iwan juga berani memutuskan bola untuk PSM padahal asistennya belum memutuskan. Silahkan liat rekaman pertandingannya, semua orang di stadion juga tahu bahwa lemparan tersebut seharusnya untuk SFC,” keluhnya usai pertandingan.

Bola yang hendak diamankan oleh Ngurah Nanak sebelum keluar lapangan sudah sangat jelas menyentuh pemain PSM Titus Bonai terlebih dulu. “Jarak saya pun sangat dekat dengan kejadian sehingga jelas sekali, dan kesalahan seperti ini bukan sekali dilakukannya di pertandingan ini. Terakhir sangat fatal dan mengapa saat injury time?,” tambahnya

Menurutnya, SFC tidak layak kalah di pertandingan ini dan poin yang sudah di depan mata lenyap karena buruknya kepemimpinan wasit. “Bagi saya SFC tidak kalah dan minimal mendapatkan poin di laga ini, mereka sudah berjuang keras dan membuat pemain PSM tidak berkembang. Namun sangat disayangkan, kompetisi atau turnamen yang seharusnya muaranya untuk kepentingan timnas malah terus dirusak seperti ini,” tegasnya

Sementara itu, Rene Albert pelatih PSM Makassar enggan mengomentari kepemimpina wasit dan lebih menyoroti buruknya pengaturan jadwal di kompetisi TSC 2016. “Kemarin Jumat di Malang kami harus bermain jam 10 malam, sekarang justru harus memulai laga di jam 3 sore di bawah teriknya matahari, musim depan hal ini tidak boleh terjadi. Jadwal sangat padat sekali dan pemain jadi korbannya,” keluhnya.

Pelatih asal Belanda menegaskan sulit baginya menuntut pertandingan yang berkualitas bila hal ini terus terjadi. “Lapangan juga tidak memadai, bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju? Saya harus sampaikan ini dan pihak operator harus mengurus hal mendasar seperti ini dulu karena sangatlah penting karena bila tidak dilakukan maka tidak mungkin ada perkembangan positif,” tambahnya. (dedi)

RelatedPost