PALEMBANG —¬†Keputusan pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro menurunkan pemain muda jebolan PON Sumsel, Mariando saat laga melawan Mitra Kukar, Minggu (9/10) di stadion GOR Aji Imbut kemarin dinilai sebagai sebuah perjudian oleh sebagian pihak.

Pasalnya, pemain asal Papua ini dinilai masih minim jam terbang dan di bangku cadangan masih ada sederet pemain lain yang lebih berpengalaman seperti TA Mushafry atau Rizky Dwi Ramadhana. Namun WCP menyebut keputusannya tersebut dikarenakan ingin meningkatkan daya serang lini depan SFC.

“Tentu keputusan itu sudah kami pikirkan dan diputuskan bersama, selama beberapa hari berlatih Mariando menunjukkan performa yang cukup baik. Itulah alasan mengapa kami menurunkan dia, karena tim butuh pemain yang bisa turun menjemput bola, kemudian juga cepat dalam menyisir lapangan,” jelasnya saat dihubungi Senin (10/10) sore.

Dalam pandangannya, penampilan Mariando saat masuk menggantikan Airlangga Sucipto di menit 55 babak kedua kemarin juga tidaklah buruk. “Dia juga punya body yang kokoh dan tidak gampang jatuh saat berduel, dalam catatan kami penampilannya tidak terlalu buruk dan cukup menjanjikan. Namun Mariando tidak boleh cepat puas karena persaingan kedepan akan lebih berat,” pesannya.

Sementara itu, Mariando saat dikonfirmasi mengaku senang dapat melakoni debut bersama tim SFC senior. “Tapi saya sedih karena gagal membawa SFC meraih poin di kandang Mitra kemarin, kedepan saya harus lebih kerja keras lagi. Jujur kemarin saat disuruh masuk ke lapangan sempat ada perasaan gugup,” ujar pemain alumnus SFC U21 ini.

Terkait penampilannya di lapangan, Mariando juga cukup senang karena dimainkan di posisi favoritnya yakni second striker. “Jika disuruh memilih, saya lebih nyaman disana. Namun sekarang di era sepakbola modern, tentu saya pun harus bisa bermain di banyak posisi. Di SFC, banyak sekali pemain senior berpengalaman yang bisa menjadi guru saya, target saya semoga di musim depan saya sudah bisa lebih matang lagi dalam bermain,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost