PALEMBANG — Menghadapi Persela Lamongan, Kamis (21/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, PR besar menanti Widodo C Putro. Pelatih laskar wong kito ini kini dihadapkan dengan permasalahan minimnya produktifitas gol yang dicetak anak asuhnya belakangan ini.

Praktis hanya di pekan ketiga Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 saat menjamu Madura United (15/5) lalu, Supardi Nasir dkk mampu mencetak lebih dari 1 gol dalam satu pertandingan. Sementara 7 partai lain, paling banyak tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini hanya mampu mencetak 1 gol, sedangkan 2 partai sisa lainnya SFC bahkan tidak bisa menyarangkan gol ke gawang lawan.

Saat melawan Persija Jakarta (24/6) lalu yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan SFC, sebenarnya hanya 1 gol yang bisa dilesakkan lewat Hilton Moreira. Namun karena ada kerusuhan yang terjadi dan laga tidak bisa diteruskan, maka SFC pun mendapat durian runtuh karena tuan rumah akhirnya dihukum Komdis ISC dengan kekalahan 0-3 tersebut.

Menanggapi hal ini, WCP mengaku sudah melakukan evaluasi dan latihan yang digelar Senin (18/7) sore di stadion GSJ pun lebih banyak untuk mengasah kemampuan penyelesaian akhir seluruh pemain SFC. Beberapa variasi serangan pun dicoba agar pemain dapat lebih maksimal lagi dalam mencetak gol bagi SFC kedepannya.

Apalagi dari 12 gol yang tercipta bagi SFC musim ini di kompetisi TSC 2016, separuhnya berasal dari set piece bola mati. “Tidak mungkin kita hanya mengandalkan set piece atau eksekusi Hilton, namun sebenarnya memang gol bisa datang dari mana saja. Karena itu hari ini kami lebih fokus untuk memperbaiki penyelesaian akhir dan variasi serangan,” jelas eks asisten pelatih timnas ini.

Diakuinya, mininya produktifitas gol yang dicetak timnya bukanlah sesuatu beban buat dirinya mengingat sejauh ini SFC cukup tampil baik dan banyak menciptakan peluang di setiap laga. “Tapi kalau boleh memilih tentu lebih baik bermain tidak baik dan menang, ketimbang main cantik tapi tidak ada 1 gol pun yang tercipta. Ini adalah kompetisi dan target kita adalah juara,” tegasnya.

Sementara itu, Hilton Moreira mengaku dirinya tidak terbebani dengan perannya yang belakangan kerap menjadi pencetak gol bagi SFC. “Siapa saja bisa bikin gol di SFC, namun kami memang harus lebih memperbaiki lagi kualitas penyelesaian akhir. Saya senang bisa mencetak gol belakangan ini, namun bukan berarti tanggung jawab di saya semata, di tim ini banyak eksekutor tendangan bebas lain yang sama baiknya. Kebetulan kemarin saya yang lebih beruntung,” ujarnya merendah. (dedi)

RelatedPost