laskarwongkito.com — Setelah Jakarta yang identik dengan kota macet, belakangan masyarakat Palembang juga merasakan hal serupa. Pasalnya pembangunan mega proyek Light Rail Transit (LRT) membuat beberapa arus jalan menjadi super macet. Seperti arah menuju bandara SMB II, Kol H Barlin, Demang Lebar Daun, Kapten A Riva, Jenderal Sudirman dan kawasan Jakabaring.

Fly over yang sebelumnya digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan pun sepertinya tidak banyak membantu. Aktivitas anda pun jadi sering terganggu atau mungkin terkena omelan atasan karena sering telat datang ke tempat kerja akibat terjebak macet?

Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi karena sudah hadir Waze, aplikasi yang akan membantu anda untuk mengetahui di mana saja kemacetan sedang terjadi dan memberikan anda solusi jalan mana saja yang bisa anda gunakan untuk menghindarinya.

Aplikasi asal Israel ini sebenarnya sudah dicipakan sejak tahun 2008 oleh Uri Levine, seorang ahli perangkat lunak bernama Ehud Shabtai , dan Amir Shinar. Dengan tagline ‘outsmarting traffic together’, Waze bekerja dengan cara menghubungkan seorang pengemudi dengan pengemudi lainnya melalui chat untuk saling memberi tahu kondisi traffic jalan, kecelakaan, jalan rusak, dan jalan yang bahkan belum pernah anda ketahui sehingga memungkinan anda menghemat perjalanan hingga beberapa menit dari rute yang biasa anda gunakan. Namun sebenarnya tanpa chat pun aplikasi waze akan mendeteksi pergerakan penggunanya.

Jadi, apabila kecepatan kendaraan penggunanya melambat atau berhenti, maka Waze  akan mendeteksi dan mengkalkulasi rata-rata kecepatan pengguna pada suatu jalan tertentu secara otomatis.

Cara menggunakan aplikasi ini pun sangat sederhana dan praktis. Anda hanya perlu memasukkan alamat tujuan dan mulai mengemudi dengan mengikuti instruksi berupa suara yang dikeluarkan oleh aplikasi ini melalui smartphone anda.

Ada beberapa warna tanda dalam peta Waze. Jika anda melihat jalan yang berwarna jingga artinya jalan tersebut sedang dalam kondisi padat sehingga perkiraan waktu perjalanan juga lebih lama dari seharusnya. Namun jika jalan tersebut sedang dalam keadaan macet, maka peta Waze akan menampilkan warna merah.

Jika anda tidak menggunakan kendaraan pribadi dan lebih sering memakai jasa angkutan umum atau taksi, bukan berarti anda tidak perlu memasang aplikasi ini. Karena Waze bisa membantu anda menghidari pembengkakan argo akibat supir taksi yang usil dengan mengetahui jalan dan rute yang harusnya anda tempuh sebab Waze juga dilengkapi tombol “navigate” yang berarti anda bisa menggunakannya sebagai GPS.

Kabar baiknya adalah aplikasi ini juga bisa anda unduh dan pasang secara gratis yang tersedia pada perangkat Android, iOS, dan Windows Phone. (dil)

RelatedPost