PALEMBANG — Target Sriwijaya FC untuk mengamankan poin penuh saat menantang tuan rumah Persija Jakarta, Jumat (16/6) malam di stadion Patriot Bekasi dipastikan akan menemui jalan terjal. Pasalnya, belakangan ini Macan Kemayoran sudah berhasil bangkit dari keterpurukan di awal musim dan menunjukkan peningkatan drastis.

Bahkan Bambang Pamungkas dkk mampu mencatat 2 kemenangan beruntun saat bertemu Arema FC (2/6) dan PS TNI (8/6) lalu. Tidak hanya mencatat 6 poin sempurna, di 2 laga tersebut gawang Persija yang dijaga oleh Andritany juga kembali mencatatkan torehan clean sheet sekaligus membawa timnya menjadi klub yang paling sedikit kebobolan di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Asisten pelatih laskar wong kito, Hartono Ruslan menyebut pihaknya sudah mempelajari gaya bermain Persija. Setidaknya ada 2 pemain Persija yang diakuinya akan banyak memberikan ancaman bagi lini pertahanan SFC nantinya. “Hampir semua pemain Persija berkualitas, mereka juga sama baiknya saat bertahan maupun menyerang. Namun jika harus menyebut nama pemain yang berbahaya, maka marquee playernya harus sangat diwaspadai nantinya,” jelasnya.

Bruno Da Silva Lopes disebutnya punya kualitas di atas rata-rata yang dapat menghadirkan kesulitas bagi pemain bertahan di Indonesia. “Posturnya cukup ideal untuk bertarung di lini depan, selain itu dia punya kemampuan shooting dari luar kotak penalti yang sangat baik plus tendangan bebasnya yang sudah ditunjukkannya saat laga melawan PS TNI, tentu itu akan menjadi catatan buat kita,” bebernya.

Selain Bruno Lopes, 1 pemain lagi yakni Ambrizal Umanailo juga patut mendapatkan perhatian ekstra. Pasalnya, pemain U22 Persija ini punya kecepatan serta kualitas dribel yang cukup baik dari kedua sisi lapangan. “Meski badannya tidak terlalu tinggi, namun sangat lincah dan cukup licin. Pergerakannya harus dimatikan nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Persija Stegano Cugurra menyebut SFC akan lebih diuntungkan di laga ini. “Melawan SFC, Persija di posisi yang tidak bagus karena lawan punya waktu istirahat yang lebih panjang ketimbang kami,” keluhnya. Usai laga melawan PS TNI (8/6), Persija memang diharuskan menjalani laga melawan Perseru Serui (13/6) terlebih dulu. Awalnya, laga ini akan dimainkan 28 Mei lalu, namun akibat lampu stadion Marora tidak sesuai standar maka dipindahkan ke Selasa (13/6). “Kami akan lihat dulu situasi dari pemain usai laga melawan Perseru, apakah ada cedera atau kelelahan. Baru nanti dipikirkan laga kontra SFC,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait