PALI — Warga sekitar Rejosari Kelurahan Talang Ubi Utara  Kabupaten PALI sebentar lagi bisa dengan bebas melewati sungai yang membelah lingkunganya untuk menuju kota Pendopo. Karena Pemkab PALI melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) telah memulai pembangunan jembatan.

Selama ini, apabila warga ingin menyeberang sungai tersebut harus ekstra hati-hati sebab jembatan penghubung yang ada sejak puluhan tahun tersebut sudah lapuk dimakan usia.

Tentu pembangunan jembatan ini disambut antusias warga yang setiap harinya melalui jembatan tersebut. Sebagai bukti bahwa Pemkab PALI benar-benar merealisasikan target pembangunanya dimana 3 tahun ke depan prioritas pembangunan disektor Infrasrtuktur ,baik jalan maupun jembatan .”Aku pernah jatuh ketika melewati jembatan ini, karena jembatanya sudah banyak yang keropos. Alhamdulillah, Pemkab bisa membangun jembatan baru,” ujar Rini (26) warga pengendara sepeda motor yang melintas dijembatan lama, Jumat (5/8).

Ditambahkan Wira, warga lain yang mengaku setiap harinya harus memperbaiki jembatan ketika akan melintas dengan menambah papan agar kendaraanya bisa melalui jembatan tersebut.

“Kalau tidak ditambah papan, sepeda motor aku tidak bisa lewat karena banyak lubang menganga. Jembatan ini dibangun oleh Pertamina, kapan tahunya aku tidak ingat namun sejak aku kecil jembatan ini sudah ada. Kondisi jembatan ini sudah rusak, besinya banyak lapuk dan sudah banyak sepeda motor warga rusak. Terimakasih pak Bupati, walau PALI baru berusia 3 tahun, namun sudah banyak perubahan dan pembangunan terlihat dimana-mana,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan sudah mulai dikerjakan dengan membangun jembatan sementara dan terlihat papan nama proyek sudah terpampang dengan jumlah biaya sebesar Rp 8.894.588.000,- yang berasal dari dana DAK dan rencana pembangunanya selesai selama 160 hari. (yudhi)

RelatedPost