Pergerakannya yang lincah membuat Bayu Gatra kerap mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan. Seperti terlihat di laga melawan Pusamania Borneo FC, Jumat (18/3) malam, Bayu kerap dilanggar untuk menghentikan akselerasinya di kedua sisi lapangan.

Pemain naturalisasi Diego Michels yang menjadi lawan Bayu Gatra harus mengerahkan sejumlah cara untuk menjaga areanya dari serbuan pemain asal Jember ini. Bahkan, di penghujung babak pertama aksi Diego Michels sempat membuat berang manajemen SFC yang kecewa karena pukulan telak mantan kekasih Nikita Willy tersebut kepada Bayu Gatra luput dari pengamatan wasit.

“Apa yang dilakukan Diego Michels sangat kami sayangkan, dia adalah pemain naturalisasi yang semestinya menjadi panutan. Namun aksinya tersebut mencederai sportifitas dan wasit pun seolah membiarkan kejadian tersebut,” keluh sekretaris tim SFC, Achmad Haris.

Namun, Bayu Gatra yang menjadi korban di insiden tersebut mengaku sudah memaafkan Diego Michels. “Sepanjang pertandingan memang kami saling berhadapan dan saya pun mengerahkan kemampuan terbaik untuk membantu tim memenangkan pertandingan, hal yang sama juga pasti dilakukan Diego. Benturan memang tidak dapat dihindari, tetapi memang benar kalau ada pukulan ke arah pipi jelang akhir babak pertama,” jelasnya.

Menurutnya, usai pertandingan Diego Michels yang sudah ditarik keluar lapangan langsung menghampirinya dan meminta maaf atas kejadian tersebut. “Diego datang ke saya dan meminta maaf, tentu saya akan memaafkannya karena peristiwa seperti itu lumrah terjadi. Di lapangan kita panas, namun setelah itu tetap harus sportif, dia pun mendatangi bench SFC dan melakukan hal yang sama, jadi hal ini sudah berlalu dan tidak ada masalah lagi kedepannya,” pungkasnya.